BRI Danareksa Sekuritas menaikkan rekomendasi untuk sektor perbankan dari netral menjadi overweight. Keputusan ini diumumkan di Jakarta pada Senin (15/6/2026).

Kenaikan rekomendasi ini didorong oleh penurunan harga saham perbankan yang dinilai terlalu dalam. Harga tersebut dinilai tidak lagi mencerminkan fundamental yang sebenarnya.

>>> Memahami Arti Imsak dan Hukum Makan Sahur Menurut Syariat Islam

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, menyatakan bahwa risiko arus keluar dana asing dan perlambatan ekonomi domestik masih membayangi.

Meski demikian, mereka tetap menaikkan rekomendasi menjadi overweight.

Pilihan Utama: BBCA dan BTPS

Dalam risetnya, Victor Stefano menyebut BCA (BBCA) sebagai pilihan utama di sektor perbankan. Pilihan berikutnya adalah Bank BTPN Syariah (BTPS).

Kedua bank ini dinilai memiliki indikator keuangan yang sehat dan stabil. Kemampuan mencetak laba tinggi dari aset yang dimiliki menjadi alasan utama pemilihan tersebut.

>>> Aroma Tubuh Buruk Gagalkan Kencan Kedua bagi 40 Persen Orang

Selain BBCA dan BTPS, analis juga menyoroti Bank Mandiri (BMRI) sebagai bank dengan kualitas bisnis terbaik. BBCA mampu menghasilkan keuntungan tinggi tanpa bergantung pada ekspansi pendanaan berisiko.

Sementara itu, BMRI berhasil mengonversi peningkatan leverage menjadi imbal hasil lebih tinggi tanpa mengorbankan kualitas aset. BBRI, BRIS, dan BBTN dinilai sensitif terhadap perbaikan ekonomi.

BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy untuk saham BBCA dengan target harga Rp10.900. Target ini mengindikasikan potensi kenaikan lebih dari 70% dari level saat ini.

Hingga berita ditayangkan, saham BBCA melesat 6,75% ke level Rp6.325. Rekomendasi buy juga diberikan untuk BTPS dengan target harga Rp1.400, berpotensi naik hingga 30% lebih.

>>> Rupiah Menguat Perkasa ke Rp17.778 per Dolar AS pada 15 Juni 2026

Risiko utama yang disebutkan adalah pemburukan kualitas aset dan tekanan margin bunga bersih. Meski demikian, prospek sektor perbankan dinilai positif.