PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan pertumbuhan laba yang signifikan pada periode hingga Mei 2026.

Kinerja positif ini terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII).

>>> BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Saham ANTM dan TINS

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan bunga bersih BTN meningkat 15,15% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 7,13 triliun.

Pertumbuhan ini menjadi salah satu pilar utama di balik melesatnya laba perusahaan.

Selain pendapatan bunga bersih, ekspansi penyaluran kredit dan pembiayaan juga turut mendorong kinerja keuangan BTN secara konsolidasi.

Hingga Mei 2026, total kredit dan pembiayaan konsolidasi mencapai Rp 403,06 triliun, tumbuh 9,97% yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, BTN mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi sebesar Rp 433,95 triliun. Jumlah tersebut naik 9,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Efisiensi operasional yang baik turut berkontribusi pada perolehan laba operasional konsolidasi yang melesat 58,37% yoy menjadi Rp 2,39 triliun.

>>> Analis Positif pada Saham BBRI Usai Rencana Buyback Rp500 Miliar

Sementara itu, pre provision operating profit (PPOP) perusahaan mencapai Rp 3,98 triliun, tumbuh 20,07% yoy.

Optimisme di Tengah Dinamika Ekonomi

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan bahwa kinerja positif ini mencerminkan kekuatan fundamental bank di tengah dinamika ekonomi global.

Menurutnya, sektor perumahan yang menjadi lini bisnis utama BTN masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar.

"Rumah bukan sekadar aset investasi, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Selama masyarakat membutuhkan tempat tinggal yang layak, kebutuhan terhadap pembiayaan rumah akan terus ada," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Nixon optimistis kinerja BTN akan terus bertumbuh sejalan dengan menguatnya ekosistem perumahan nasional. Ia berharap BTN dapat terus berkontribusi positif dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat.

>>> Besok Libur Nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemerintah Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Tanggal Merah

"BTN optimistis sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional," tuturnya.