CEO Xbox Asha Sharma berencana melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memotong anggaran operasional dan mempersiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar.

Gelombang PHK diprediksi mulai berjalan pada Juli mendatang, tepat setelah tahun fiskal perusahaan berakhir. Pemangkasan dana akan menyasar sektor pemasaran dan beberapa lini bisnis strategis lainnya.

>>> Xiaomi 18 Muncul di Database IMEI, Kode Madrid dan Peluncuran November 2026

Hingga saat ini, manajemen belum merilis jumlah pasti pekerja yang terdampak. Namun, rumor menyebutkan sekitar 1.000 karyawan terancam kehilangan pekerjaan, sementara pihak Xbox enggan memberikan komentar.

Rencana pengetatan ini mencuat setelah Sharma mengungkapkan kendala keuangan yang dihadapi perusahaan. Kondisi kesehatan finansial Xbox saat ini sedang tidak optimal.

Informasi tersebut diperkuat melalui surat elektronik internal yang dikirimkan kepada staf, kemudian diunggah di blog resmi Xbox dengan tajuk "Next 100 Days: XBOX Reset".

Memo itu memaparkan bahwa performa perusahaan sedang mengalami tekanan berat.

Berdasarkan data internal, Xbox mencatatkan margin akuntabilitas hanya 3 persen pada periode fiskal ini. Pendapatan tahunan mereka juga merosot hingga hampir setengah miliar dolar.

>>> Samsung Uji UTG 60 Mikron untuk Galaxy Z Fold 8 Wide, Lipatan Hampir Hilang

"Tidak termasuk Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir, kami telah menghabiskan lebih dari USD 20 miliar untuk investasi berkelanjutan dalam konten, platform, dan subsidi perangkat keras, tetapi pendapatan tahunan kami menurun hampir setengah miliar.

Ke depannya, ini tidak dapat berlanjut," kata Sharma.

Upaya Penyelamatan dan Strategi Portofolio Baru

Kondisi ini diperparah oleh anjloknya penjualan perangkat keras serta stagnasi jumlah pengguna Game Pass. Beberapa peluncuran game belakangan ini dinilai gagal mencapai target.

Untuk mendongkrak margin keuntungan, Xbox telah mengambil langkah drastis dalam dua tahun terakhir, termasuk menutup sejumlah studio, membatalkan proyek game, dan menaikkan harga layanan.

Sharma menegaskan pihaknya perlu merombak total infrastruktur platform serta meninjau ulang portofolio produk. Di sisi lain, ekspansi konten tetap berjalan demi menjaga pasokan bagi konsumen.

>>> Carl Pei Buka Suara: Biaya RAM Dominasi Biaya Produksi Ponsel

Sebagai strategi alternatif, Xbox dilaporkan mulai mencoba formula baru, seperti meluncurkan game eksklusif Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution, serta menyesuaikan tarif langganan Game Pass menjadi lebih murah.