Xbox bersiap melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sejumlah besar karyawan dan memotong anggaran belanja perusahaan mulai Juli 2026.

Langkah efisiensi ini merupakan bagian dari penataan ulang organisasi.

>>> Luke Vickery Sambut Persetujuan Naturalisasi Jadi WNI

Keputusan tersebut diambil setelah tahun fiskal perusahaan berakhir, seperti dilansir dari Detik iNET berdasarkan laporan Bloomberg pada Senin (15/6/2026).

Meskipun Xbox menolak memberikan komentar resmi mengenai jumlah pekerja yang terdampak, rumor menyebutkan sekitar 1.000 karyawan akan terkena dampak.

Kondisi Keuangan yang Tidak Sehat

CEO Xbox, Asha Sharma, menyampaikan tantangan finansial perusahaan secara terbuka melalui surat elektronik internal berjudul "Next 100 Days: XBOX Reset".

Penurunan pendapatan tahunan hingga mendekati setengah miliar dolar serta margin akuntabilitas yang hanya 3% pada tahun fiskal ini memicu perombakan besar-besaran.

>>> Manchester City Pagari Josko Gvardiol dengan Kontrak Baru Jangka Panjang

"Tidak termasuk Activision Blizzard King, selama lima tahun terakhir, kami telah menghabiskan lebih dari USD 20 miliar untuk investasi berkelanjutan dalam konten, platform, dan subsidi perangkat keras, tetapi pendapatan tahunan kami menurun hampir setengah miliar.

Ke depannya, ini tidak dapat berlanjut," tulis Sharma.

Penurunan performa bisnis perangkat keras, stagnasi jumlah pelanggan Game Pass, serta absennya perilisan gim baru yang sukses besar membuat Xbox berada di bawah tekanan perusahaan induk untuk meningkatkan margin keuntungan.

Strategi Pemulihan

Manajemen merencanakan pembangunan kembali infrastruktur platform dan evaluasi portofolio perusahaan untuk meningkatkan pasokan konten dalam beberapa bulan mendatang.

>>> Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta 1B

Strategi pemulihan mencakup peluncuran gim eksklusif seperti Gears of War: E-Day dan Clockwork Revolution, serta opsi penurunan harga langganan Game Pass.