Ubisoft PHK 380 Karyawan dan Tutup Dua Studio Game
Penerbit game asal Prancis, Ubisoft, kembali melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Langkah ini berdampak pada 380 pekerja dan menyebabkan penutupan permanen dua studio pengembangan.
Informasi mengenai pengurangan staf ini tersebar melalui memo internal perusahaan yang bocor ke publik. Kebijakan restrukturisasi ini menyasar sejumlah studio Ubisoft di Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, dan Serbia.
>>> Toys for Bob Ungkap Alasan Kembangkan Game Spyro A Realm Beyond
Keputusan ini diambil hanya beberapa bulan setelah pemangkasan 55 pekerja di Swedia dan penutupan Ubisoft Halifax di Kanada pada awal Januari 2026.
Penutupan Total Dua Studio
Ubisoft Belgrade di Serbia ditutup total, mengakibatkan hilangnya 100 lapangan pekerjaan.
Studio yang berdiri sejak 2016 ini sebelumnya terlibat dalam pengembangan game seperti The Crew 2, Tom Clancy's Rainbow Six, Riders Republic, dan Skull & Bones.
Penutupan total juga terjadi di Ubisoft Winnipeg di Kanada, yang berdampak pada 65 karyawan.
Studio yang dibuka pada 2018 ini berperan penting dalam merancang teknologi untuk mesin game Anvil dan Snowdrop.
Sementara itu, Ubisoft Barcelona di Spanyol mengalami perampingan dengan pemangkasan 51 posisi. Pengurangan staf juga terjadi di Markas Global San Francisco, AS, namun jumlah pastinya tidak diungkap.
>>> Aplikasi Game Sortir Mobil Catat 50 Ribu Unduhan per Juni 2026
Perombakan Tim di Montreal
Selain PHK, Ubisoft melakukan pergeseran tim besar-besaran di studio terbesarnya, Ubisoft Montreal.
Lebih dari 150 staf yang sebelumnya menggarap Rainbow Six Siege, Rainbow Six Siege Mobile, dan satu proyek rahasia, kini dialihkan ke proyek lain.
Manajemen Ubisoft menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menyederhanakan operasional, menekan biaya overhead, dan memperkuat fondasi organisasi jangka panjang.
Kondisi internal Ubisoft, pencipta waralaba Assassin's Creed, Prince of Persia, dan Tom Clancy's, memang sedang sulit. Perusahaan terus dilanda krisis berupa PHK, penutupan studio, dan pembatalan sejumlah game.
Beberapa proyek yang dihentikan antara lain Tom Clancy's The Division Heartland (2024), Immortals Fenyx Rising 2, dan beberapa proyek rahasia lainnya.
>>> CD Projekt Red Dikabarkan Kembangkan Spin-off The Witcher Co-op
Efisiensi berturut-turut ini membuat jumlah karyawan menyusut dari lebih 20.000 menjadi sekitar 15.000 orang.
Update Terbaru
Gameplay Clutch Beredar, Grafis Menawan Padukan Sensasi 3 Game Balap Ikonis
Senin / 15-06-2026, 13:48 WIB
Ruben Onsu Siapkan Gugatan Hak Asuh Anak ke Pengadilan
Senin / 15-06-2026, 13:48 WIB
Sucor Sekuritas Optimistis IHSG Berpeluang Menguat ke Level 6.700
Senin / 15-06-2026, 13:44 WIB
PT Mekar Asta Nusantara dan Universitas Jember Jalin Kerja Sama Kembangkan SDM Pertanian
Senin / 15-06-2026, 13:44 WIB
Timnas Jerman Hancurkan Curacao 7-1 dan Rebut Rekor Gol Piala Dunia dari Brasil
Senin / 15-06-2026, 13:43 WIB
HMD Vibe 2 5G Kini Hadir dengan RAM 6GB dan Penyimpanan 128GB di India
Senin / 15-06-2026, 13:40 WIB
Abadi Lestari Indonesia Tahan Dividen demi Perkuat Modal
Senin / 15-06-2026, 13:40 WIB
Kemenag dan Muhammadiyah Rilis Panduan Cek Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026
Senin / 15-06-2026, 13:40 WIB
Skotlandia Taklukkan Haiti 1-0 pada Laga Perdana Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 13:40 WIB
Kasus Ebola di Kongo Melonjak, 72 Kasus Baru dalam Sehari
Senin / 15-06-2026, 13:39 WIB
Australia Ungguli Turki 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 13:39 WIB
Kalventis dan Mandaya Hospital Group Edukasi Pentingnya Vaksinasi Keluarga
Senin / 15-06-2026, 13:38 WIB
Prabowo Terima Kunjungan Presiden Jerman di Istana Merdeka, Bahas Kerja Sama Strategis
Senin / 15-06-2026, 13:38 WIB
Netflix Rilis Film dan Serial Terbaru Januari 2026, Ada Bridgerton 4 hingga Drakor
Senin / 15-06-2026, 13:37 WIB






