BPI Danantara Pangkas Jumlah BUMN dari 1.077 Jadi 200-300 Entitas
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mempercepat perampingan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.077 entitas menjadi sekitar 200 hingga 300 perusahaan.
Langkah ini diambil untuk mengatasi inefisiensi dan kerugian struktural yang selama ini membebani keuangan negara.
>>> Igloo Luncurkan Asisten AI Igi untuk Tingkatkan Adopsi Asuransi Perjalanan
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyatakan restrukturisasi besar-besaran itu dijadwalkan rampung sepenuhnya pada tahun ini.
Proses penataan massal tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan penghematan langsung hingga Rp50 triliun per tahun.
Tanpa PHK Berkat Instruksi Presiden
Kebijakan mempertahankan seluruh tenaga kerja di tengah efisiensi didasarkan pada instruksi Presiden Prabowo Subianto agar transformasi korporasi negara tidak merugikan hak-hak pekerja.
"Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK," tegas Dony dalam keterangan pers yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Kamis (12/6/2026).
Berdasarkan data internal, akumulasi biaya tenaga kerja dari seluruh perusahaan yang dirampingkan hanya berkisar antara Rp2 triliun hingga Rp3 triliun per tahun.
Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan potensi penghematan transaksi yang didapatkan.
>>> Sektor Khusus Nabawi Fasilitasi Jemaah Indonesia Masuk Raudhah
"Kita hitung, kalau dari perusahaan-perusahaan yang kita streamlining ini, berapa sih biaya tenaga kerjanya setahun? Ternyata cuma Rp 2-3 triliun," jelas Dony.
Ia menambahkan, "Jadi saya berpikir, kalau gitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp 47 triliun."
Akar Masalah: Transaksi Berlapis
Pihak Danantara menemukan akar pemborosan berasal dari praktik transaksi berlapis atau layering transaction yang melibatkan hubungan antara induk perusahaan, anak usaha, hingga level cucu dan cicit perusahaan.
"Selama ini kita membiasakan layering transaction antara induk ke anak-anak, ke cucu-cucu, ke cicit, yang menyebabkan inefisiensi. Kurang lebih inefisiensinya itu Rp 30 triliun," kata Dony.
Penggabungan entitas seperti yang dilakukan pada PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping (PIS) terbukti berhasil memotong ongkos operasional internal karena ketiganya berada dalam satu rantai bisnis yang sama.
Kondisi serupa juga terdeteksi di lingkungan Telkom Group, khususnya pada proyek pembangunan jaringan serat optik yang memiliki rantai birokrasi berlapis-lapis dan memicu pembengkakan biaya tambahan.
>>> Bebaz Inc dan Sinergi Pictures Garap Film Adaptasi Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Danantara mencatat dari total 1.077 perusahaan negara yang beroperasi saat ini, sebanyak 52 persen di antaranya berada dalam kondisi merugi dengan total akumulasi kerugian mencapai Rp20 triliun.
Update Terbaru
Pesta Gol Timnas Indonesia Berkat Aksi Impresif Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 01:22 WIB
Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Nissan Dayz Model Terbaru di Jepang Kini Semakin Aman Berkat Fitur Keselamatan
Selasa / 28-07-2026, 01:21 WIB
Dua Masjid di Tepi Barat Dibakar Pemukim Israel, Ini Faktanya
Selasa / 28-07-2026, 01:14 WIB
Eksperimen Formasi John Herdman Saat Timnas Hadapi Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:09 WIB
Piala AFF 2026: Mitchell Baker Cetak Tiga Gol ke Gawang Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Dualisme Keraton Solo Picu Dua Perhelatan Sekaten Berbeda
Selasa / 28-07-2026, 01:01 WIB
Mandalika Racing Series 2026 Putaran Ketiga Lahirkan Calon Juara Dunia
Selasa / 28-07-2026, 01:00 WIB
Skuad Garuda Bungkam Kamboja 5-1 Lewat Hattrick Debut Bersejarah
Selasa / 28-07-2026, 00:51 WIB
Nasabah Terima Voucher Haji Rp245 Juta dari Bank Mega Syariah
Selasa / 28-07-2026, 00:50 WIB
Aksi Heroik Warga Gagalkan Penusukan Tiga Wanita oleh Pria di Paris
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Stunting pada Anak Berdampak Serius pada Perkembangan Kognitif
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Klasemen Piala AFF 2026: Garuda Tempel Vietnam Usai Pesta Gol
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB
Mitchell Baker Ungkap Rasa Tak Percaya Usai Cetak Hattrick untuk Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 00:35 WIB







