Perusahaan insurtech full-stack Asia Tenggara, Igloo, resmi meluncurkan asisten berbasis kecerdasan buatan bernama Igi (AI Travel Insurance Guardian) di Indonesia pada Jumat (12/6/2026).

Langkah ini bertujuan mengatasi rendahnya adopsi asuransi perjalanan di tanah air, meskipun mobilitas internasional pascapandemi terus pulih.

>>> Sektor Khusus Nabawi Fasilitasi Jemaah Indonesia Masuk Raudhah

Rendahnya tingkat perlindungan dipicu oleh kompleksitas produk, minimnya panduan polis, keterbatasan jam operasional layanan, serta kesulitan konsumen dalam membandingkan produk.

Informasi dari Investor Daily menunjukkan adanya kesenjangan besar antara aktivitas perjalanan masyarakat dan penggunaan asuransi.

Kemudahan Transaksi 24 Jam

Kehadiran Igi memungkinkan pengguna mencari informasi, membandingkan paket, mendapatkan rekomendasi, hingga menyelesaikan pembayaran dan penerbitan polis dalam satu alur percakapan yang tersedia 24 jam.

Teknologi ini juga terintegrasi dengan situs web sehingga mempermudah pengguna berpindah kanal transaksi.

Berdasarkan uji awal pada Mei, Igloo mencatat pengguna yang dibantu Igi memiliki tingkat penyelesaian pembelian asuransi perjalanan 44% lebih tinggi.

Selain itu, tingkat konversi pada tahap pembayaran juga mengalami peningkatan hingga 1,7 kali lipat.

Co-Founder dan CEO Igloo Raunak Mehta mengatakan bahwa setahun terakhir pihaknya fokus membangun fondasi AI-native.

>>> Bebaz Inc dan Sinergi Pictures Garap Film Adaptasi Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

“Igi membawa kemampuan itu langsung ke pelanggan, membantu mereka memahami kebutuhan perjalanan, memilih produk yang sesuai, dan menyelesaikan pembelian dalam hitungan menit,” ujarnya.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa penyederhanaan proses transaksi merupakan langkah awal yang krusial untuk memperkecil kesenjangan proteksi masyarakat.

Hal ini menjadi fokus utama mengingat penetrasi asuransi di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yakni sekitar 2,7%.

“Di pasar di mana sebagian besar masyarakat belum pernah membeli asuransi, menghilangkan kerumitan adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan.

Indonesia adalah tempat kami membuktikan itu,” kata Raunak Mehta.

Ke depan, Igloo berencana memperluas Igi ke WhatsApp serta menghadirkan teknologi serupa untuk lini produk lain seperti asuransi kendaraan dan kecelakaan diri.

>>> PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Perdana Rp452 Miliar

Ekspansi teknologi ke platform pesan instan tersebut diharapkan dapat menjangkau basis pengguna yang lebih luas.