Nasib berbeda dialami dua perusahaan besutan Sam Altman. Saat OpenAI bersiap melantai di bursa, Tools for Humanity justru melakukan efisiensi besar-besaran.

Tools for Humanity, entitas di balik proyek kripto dan pemindaian iris mata World, dilaporkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap stafnya.

>>> Clara Shinta dan Alexander Assad Berdamai, Gugatan Cerai Dicabut

Langkah ini diambil setelah perusahaan menghadapi jalan buntu dengan regulator terkait keamanan data biometrik dan belum mampu mencetak laba bersih.

Informasi pengurangan tenaga kerja disebarkan melalui pesan elektronik internal dari divisi HRD pada Senin lalu.

Manajemen menyatakan perlu melakukan penyesuaian peran di beberapa tim untuk menyelaraskan strategi operasional yang baru.

Rencana detail keputusan ini akan dibahas dalam pertemuan internal town hall pada Rabu (10/6/2026). Hingga kini, manajemen belum mempublikasikan jumlah pasti pekerja yang terdampak.

Tools for Humanity mempekerjakan lebih dari 500 staf dan memiliki valuasi USD 2,5 miliar atau setara Rp 40,7 triliun.

Perusahaan ini didukung pendanaan dari Andreessen Horowitz, Bain Capital Crypto, Khosla Ventures, dan Blockchain Capital.

>>> 4 Cara Efektif Memanfaatkan AI untuk Membangun Kekayaan Pribadi

Perusahaan populer melalui perangkat pemindai bola mata bernama Orb.

Alat ini memindai iris mata untuk menerbitkan World ID guna memverifikasi identitas manusia asli, dengan imbalan aset kripto WLD.

Meski menargetkan 1 miliar pengguna terverifikasi pada November lalu, realisasi adopsi World masih di bawah 2 persen.

Langkah bisnis mereka terhambat di Asia, Amerika Selatan, hingga Eropa karena kekhawatiran otoritas terhadap privasi data biometrik.

Walau dilarang di berbagai negara, perusahaan tetap beroperasi di Amerika Serikat sejak Mei 2025 dengan target penyebaran 7.500 unit Orb.

>>> Ariana Grande Murka Gedung Putih Pakai Lagunya di Video ICE

Kini, Tools for Humanity mengalihkan fokus ke verifikasi business-to-business melalui kemitraan dengan Tinder, Zoom, dan Docusign.