Ariana Grande meluapkan kemarahannya kepada Gedung Putih setelah lagunya, 'bye' (2024), digunakan dalam sebuah video penangkapan imigran oleh ICE.

Video tersebut diunggah di TikTok oleh akun resmi Gedung Putih. Ariana langsung memberikan komentar pedas di kolom komentar.

>>> Produsen Smart TV Andalkan Iklan untuk Jaga Harga Tetap Murah

"Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini. F*** ICE," tulisnya awal pekan ini.

Juru bicara Ariana Grande memastikan komentar itu asli dari sang diva pop, meskipun untuk alasan tertentu tidak terlihat secara publik.

Upaya telah dilakukan untuk menghapus audio lagu tersebut dari video, dan suara musiknya pun dihilangkan tak lama setelah Ariana berkomentar.

>>> Lexar Prediksi Harga RAM Global Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Tanggapan Gedung Putih

Juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson menanggapi dengan menuding bahwa yang sebenarnya biadab adalah imigran ilegal kriminal.

"Yang sebenarnya biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah," kata Jackson.

Ini bukan pertama kalinya Ariana Grande memprotes pemerintahan Trump. Pada 2025, ia membagikan unggahan kritik terhadap penggerebekan ICE dan retorika transfobik.

>>> Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal, Ungkap Kondisi Terkini

Grande sebelumnya mendukung Kamala Harris dalam pemilihan presiden 2024 dan pernah tampil untuk Barack Obama pada 2014.