Katy Perry meluapkan kemarahannya setelah lagu hitnya, Firework, digunakan oleh akun TikTok resmi Gedung Putih tanpa izin.

Video yang diunggah pada Kamis (23/7) itu menyelaraskan lirik lagu dengan klip ledakan bom dan keterangan 'Iran telah diperingatkan'.

>>> TRANS TV Festival Vol 5 di BSD: Meriah dari Anak-anak hingga Lansia

Dalam unggahan di media sosial, Sabtu (24/7), Perry mengaku sangat terkejut dan marah.

Ia menegaskan tidak pernah diminta izin dan sama sekali tidak menyetujui penggunaan lagunya untuk konten semacam itu.

Firework, menurut Perry, adalah lagu harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi mereka yang sedang dalam masa sulit.

Melihat pesan harga diri dan peningkatan diri dipersenjatai untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan, Perry menyebutnya sebagai pelanggaran total.

Ia menegaskan musiknya diciptakan untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan peperangan.

>>> Sinopsis Mechanic: Resurrection, Tayang di Bioskop Trans TV 26 Juli 2026

Unggahan Gedung Putih itu muncul saat pemerintahan Trump tampaknya menunda ancaman eskalasi besar-besaran terhadap Iran.

Trump mengatakan Washington 'siap siaga' tetapi 'tidak terburu-buru', sementara negosiasi terus berlanjut.

Katy Perry bukan satu-satunya artis yang mengecam penggunaan lagu mereka tanpa izin untuk konten politik atau kekerasan.

Pada Juni 2026, Ariana Grande juga mengecam Gedung Putih karena menggunakan lagu Bye dalam unggahan TikTok tentang penangkapan oleh ICE.

>>> Anak-anak Meriahkan Lomba Mewarnai di TRANS TV Festival Vol 5

Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Neil Young, dan Rolling Stones juga pernah mengkritik Donald Trump atas penggunaan lagu mereka tanpa izin.