Komedian dan komentator politik Bill Maher menyebut Presiden Donald Trump memiliki bentuk gangguan mental saat membela keputusannya makan malam bersama presiden di Gedung Putih.

Pernyataan itu disampaikan Maher dalam wawancara dengan NPR's Newsmakers pada Rabu, 15 Juli 2026.

>>> Rumah Saquon Barkley di Pennsylvania Dibobol Maling, Keluarga Selamat

Maher, yang baru saja menerima Mark Twain Prize for American Humor di Kennedy Center, membahas hubungan rumitnya dengan Trump dari rumahnya di Los Angeles.

Pembawa acara larut malam berusia 70 tahun itu menepis kritik politik atas pertemuan makan malamnya di Gedung Putih yang terjadi di awal masa jabatan kedua Trump.

"Tiga puluh tiga tahun," kata Maher merenungkan karier televisinya. "Jika besok berakhir, saya pikir kita bisa bilang ini tidak gagal."

Maher menjelaskan bahwa persona televisinya sepenuhnya sesuai dengan karakter aslinya. "Tanya siapa pun yang kenal saya.

Saya orang yang sama persis," ujarnya.

Pertemuan dengan Trump

Menanggapi kritik atas pertemuannya dengan presiden, Maher berargumen bahwa berdialog langsung dengan Trump bernilai karena pemimpin itu tidak memiliki keyakinan tetap dan merespons siapa pun yang berbicara dengannya.

"Dia jauh lebih sadar diri daripada yang dia tunjukkan di depan umum. Sangat lebih sadar diri, tidak agresif.

Dan semua orang yang bertemu dengannya mengatakan hal yang sama," kata Maher.

Maher menganalisis kontras antara sikap pribadi Trump dan ledakan publiknya. Ia menggambarkan komentar tanpa filter presiden sebagai sifat yang tidak disengaja.

"Dia orang gila dalam arti pasti memiliki bentuk sindrom Tourette. Dia sering melontarkan apa pun yang ada di pikirannya.

Lucu, dia sekaligus orang paling penuh omong kosong dan juga paling jujur," tegas Maher.