Bill Maher Sebut Trump Alami Gangguan Mental, Bela Makan Malam di Gedung Putih
Komedian itu menyarankan bahwa pernyataan publik Trump yang blak-blakan, seperti mengatakan seorang reporter adalah orang yang mengerikan saat konferensi pers, mencerminkan gaya pemrosesan mental yang unik yang muncul saat merasa diserang.
"Itu bukan cara kita bertindak. Meskipun jujur, saya pernah berpikir begitu.
Tapi ada sesuatu yang berbeda dari pikiran yang melakukan itu. Ya, dia hanya mengucapkan monolog batinnya, itu adalah jenis gangguan mental tertentu.
Tapi itu tampaknya keluar saat dia merasa diserang," ujar Maher.
Kritik terhadap Media dan Politik
Maher mengklaim bahwa dirinya tetap menjadi salah satu kritikus paling keras terhadap Trump.
Ia mencatat bahwa presiden kembali mengkritiknya karena Maher tidak mengubah sikapnya setelah makan malam di Gedung Putih.
"Tidak ada yang lebih keras pada Donald Trump. Itulah mengapa makan malam itu terjadi.
Itu semacam Nixon ke China, mari kita bicara daripada saling melempar hinaan. Tapi dia kembali melontarkan serangan karena saya tidak pernah mengubah nada saya saat kembali bekerja.
Saya tidak pernah bilang akan berubah," kata Maher.
Maher bersikeras bahwa lingkaran politik di sekitar presiden membutuhkan lebih banyak kritikus yang bersedia menantang perspektifnya secara langsung.
"Dia punya banyak teman. Dia tidak membaca buku briefing.
>>> 8 Polisi Chicago Terancam Dipecat karena Penipuan Pinjaman PPP
Dia melakukan segalanya berdasarkan 'Orang-orang bilang...' Jadilah salah satu dari orang yang bicara.
Karena dia menatap mata Anda dan mendengarkan, dan dia kadang mengubah pikirannya karena dia tidak punya keyakinan tetap.
Mereka butuh lebih banyak orang seperti saya yang bicara pada mereka, bukan kurang," jelasnya.
Saat ditanya pewawancara Steve Inskeep tentang fokus Trump pada proyek renovasi besar—seperti lengkungan berlapis emas setinggi 250 kaki dan ballroom Gedung Putih senilai $500 juta—Maher menganggapnya sebagai pengalihan perhatian publik yang disengaja.
Update Terbaru
Kakak Ariana Grande Beri Dukungan untuk Ricky Alvarez di Konser Brooklyn
Senin / 20-07-2026, 22:28 WIB
Ledakan di Depan Gedung Federal New York, Tersangka Ditangkap
Senin / 20-07-2026, 22:28 WIB
Bukan Lionel Messi atau Mbappe, Rodri Jadi Pemain Terbaik Piala Dunia 2026
Senin / 20-07-2026, 22:28 WIB
DJP Beberkan Skema Insentif PPh 0% di PFII, Tak Semua Berlaku 50 Tahun
Senin / 20-07-2026, 22:28 WIB
KCP Bank Jakarta Punya Wajah Baru, Kini Lebih Sat-set dan Modern
Senin / 20-07-2026, 22:28 WIB
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
Senin / 20-07-2026, 22:27 WIB
Purbaya: Lembaga Pemeringkat Terlalu Dini Menilai Ekonomi RI
Senin / 20-07-2026, 22:27 WIB
Cadangan Nikel Saprolit Sisa 9–15 Tahun, APNI Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Longgarkan RKAB
Senin / 20-07-2026, 22:27 WIB
Studi: Larangan Ponsel di Iowa Cegah 470 Kecelakaan, Tapi Ada Margin Error 20%
Senin / 20-07-2026, 22:22 WIB
Warna Kaliper Rem Nissan Bukan Sekadar Hiasan, Ini Artinya
Senin / 20-07-2026, 22:22 WIB
Spesifikasi Snapdragon 4 Gen 6 Bocor: GPU Adreno 6 dan Dukungan LPDDR5
Senin / 20-07-2026, 22:22 WIB
Bahlil: Putusan MK Tak Gugurkan IUP Ormas dan Kampus
Senin / 20-07-2026, 22:21 WIB
Skuad Timnas Voli Indonesia di Leg 2 SEA V Cup Berubah: Doni Keluar
Senin / 20-07-2026, 22:21 WIB
Ledakan di Rumah Mewah Grand Polonia, 4 Orang Terjebak dan 2 Luka
Senin / 20-07-2026, 22:21 WIB







