Jetlag Terasa Lebih Parah Kalau Terbang ke Arah Timur, Ini Alasannya
Pesawat menjadi moda transportasi favorit untuk perjalanan jauh antarpulau atau antarbenua karena kecepatannya.
Namun, perbedaan waktu yang besar sering menyebabkan jetlag, yang membuat tubuh lelah, tidur terganggu, dan suasana hati buruk.
>>> Sehari Pulang Kampung, Veda Ega Langsung Tancap Gas di Mandalika
Menariknya, arah penerbangan ternyata memengaruhi tingkat keparahan jetlag. Banyak orang merasa lebih 'kacau' setelah terbang ke timur dibanding ke barat.
Mengapa Jetlag ke Timur Lebih Parah?
Penelitian dari University of Maryland School of Medicine mengungkapkan bahwa terbang ke timur menyebabkan jetlag lebih berat.
Tubuh lebih sulit menyesuaikan diri saat harus berpindah ke zona waktu yang lebih awal.
Di dalam tubuh terdapat ritme sirkadian atau jam biologis yang diatur oleh bagian otak bernama SCN (suprachiasmatic nucleus).
Sistem ini mengendalikan siklus tidur-bangun, kewaspadaan, dan respons terhadap cahaya.
Ketika ritme sirkadian terganggu, tubuh tidak sinkron dengan lingkungan baru. Akibatnya, sulit tidur malam, tidak segar di siang hari, dan merasa berkabut.
Para ilmuwan membuat model matematika untuk meniru kerja jam sirkadian. Hasilnya menunjukkan sel SCN menyesuaikan diri lebih lambat saat perjalanan ke timur.
>>> Farhan Halim dan Hendra Kurniawan Raih Penghargaan Individu di SEA V Cup 2026 Leg 1
Sebaliknya, tubuh lebih mudah beradaptasi saat ke barat karena hari terasa lebih panjang.
Berapa Lama Jetlag Berlangsung?
Durasi jetlag tergantung arah perjalanan. Menurut Timeshifter, terbang ke barat umumnya menyebabkan jetlag sekitar satu hari per zona waktu.
Sementara itu, perjalanan ke timur bisa berlangsung 1,5 hari per zona waktu atau lebih.
Contohnya, perjalanan 6 jam ke barat mungkin pulih dalam 6 hari. Namun, perpindahan dengan durasi sama ke timur bisa membutuhkan 8 hingga 10 hari untuk menyesuaikan diri.
Kabar baiknya, ada cara mempercepat pemulihan jetlag. Mengatur paparan cahaya menjadi metode paling efektif.
Untuk perjalanan ke timur, tubuh perlu cahaya pagi dan menghindari cahaya terang di malam hari. Sebaliknya, saat ke barat, paparan cahaya sore atau malam membantu menunda tidur.
>>> Wanita Michigan Klaim Hadiah Powerball Rp16 Miliar Beberapa Jam Sebelum Kedaluwarsa
Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa lebih siap mengatur tidur, cahaya, dan waktu istirahat saat bepergian.
Update Terbaru
Sejajar Pele dan Beckenbauer, Pau Cubarsi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
8 Kemiripan Spanyol Juara Piala Dunia 2010 dan 2026: Laga Pembuka hingga Gol Penentu
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
Messi Tak Pulang ke Argentina Usai Gagal di Final Piala Dunia, Ada Tugas yang Menunggu
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara saat Jawab Kritik Program MBG
Senin / 20-07-2026, 18:28 WIB
Kim Yoon Ju Ungkap Kwon Jung Yeol Masih Menulis Surat Cinta Setiap Anniversary
Senin / 20-07-2026, 18:27 WIB
Nobar Piala Dunia Jadi Mesin Ekonomi, Kementerian UMKM Sebut Perputaran Uang Capai Rp5 Triliun
Senin / 20-07-2026, 18:27 WIB
Samuel Sekuritas Lepas 281,29 Juta Saham Sentul City, Kini Tersisa Berapa?
Senin / 20-07-2026, 18:27 WIB
Icha Chellow, Mala Agatha, dan DJ Zhuu Siap 'Sungkem' ke Anisa Bahar: Janji Tidak Ulangi Aksi Ubah Lirik Vulgar
Senin / 20-07-2026, 18:26 WIB
Kortas Tipikor Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Batu Bara
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
Menteri Urusan Muslim Singapura Mundur Akibat Skandal Perempuan
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
OTT Bupati Lombok Barat, KPK Amankan Uang Ratusan Juta
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
Matangkan Persiapan Asian Games, KOI Gelar Rapat Anggota Luar Biasa
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB
Ibu-ibu Terinspirasi MPASI dari Menu Haaland, Ini Wanti-wanti Dokter
Senin / 20-07-2026, 18:21 WIB







