Gelombang penyesalan kembali dilayangkan oleh trio musisi Icha Chellow, Mala Agatha, dan DJ Zhuu. Menyusul kontroversi perubahan lirik lagu milik pedangdut senior Anisa Bahar menjadi bernada vulgar, ketiganya kini menyatakan kesiapan penuh untuk bertemu muka secara langsung demi menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya.
 
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas aksi mereka yang sempat memicu gelombang kecaman luas dari netizen maupun rekan seprofesi di industri hiburan tanah air.
 

Niat Suci Menyambangi "Mami Anisa"

Melalui unggahan resmi di akun Instagram @mala.agatha pada Senin (20/7/2026), ketiga artis tersebut menegaskan bahwa permintaan maaf via media sosial mungkin belum cukup untuk mengobati kekecewaan yang timbul. Mereka secara terbuka menyatakan niat untuk mendatangi Anisa Bahar, baik di kantor pengacaranya maupun di lokasi manapun sang penyanyi berada, untuk secara tradisional "sungkem" dan meminta maaf atas kekhilafan mereka.
 
"Sekiranya permohonan maaf kami lewat sosial media belum cukup, maka kami akan mendatangi Mami Anisa Bahar ke kantor pengacara atau dimanapun Mami Anisa berada untuk sungkem meminta maaf atas semua kesalahan kami," tulis pernyataan resmi mereka. Kalimat ini menunjukkan nada penyesalan yang lebih personal, rendah hati, dan mendesak untuk segera menyelesaikan konflik secara kekeluargaan.
 

Permintaan Maaf Kedua dan Penyesalan Mendalam

Perlu dicatat bahwa video permintaan maaf ini merupakan yang kedua kalinya dirilis oleh trio tersebut. Langkah mundur ini diambil setelah gelombang kritik dan tekanan publik semakin deras, menyadarkan mereka akan beratnya dampak yang ditimbulkan.
 
Dalam kesempatan ini, mereka tidak hanya memfokuskan permintaan maaf kepada Anisa Bahar sebagai pemilik karya, tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat yang merasa tidak nyaman, tersinggung, atau kecewa dengan aksi mereka. Mereka mengaku telah melakukan introspeksi diri dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari.
 
"Sekira-kiranya Mami Anisa Bahar dan semua pihak yang terganggu atas perbuatan kami memaafkan, karena setiap manusia pasti punya salah," harap mereka, menutup pernyataan dengan nada yang penuh kerendahan hati.