Penumpang pesawat sering diminta membuka tirai jendela saat lepas landas maupun mendarat. Kebijakan ini bukan tanpa alasan.

Meski bagi sebagian orang menutup tirai terasa lebih nyaman, aturan keselamatan penerbangan mewajibkan jendela terbuka pada dua fase kritis tersebut.

>>> Jadwal Timnas Indonesia di SEA V Cup 2026 Leg 2: Kamboja di Depan Mata

Empat Alasan Tirai Jendela Harus Dibuka

Pertama, membantu kondisi darurat. Menurut pilot Rock Saddy dari Cirrus Aviation Services, tirai terbuka memastikan kesadaran situasional bagi penumpang dan awak.

Cahaya alami membantu mata menyesuaikan diri lebih cepat jika terjadi evakuasi. Awak kabin juga bisa melihat kondisi luar seperti kebakaran atau puing.

Kedua, penumpang menjadi 'mata' awak pesawat.

Seorang pramugari menjelaskan di Reddit bahwa penumpang bisa melihat situasi di luar dan memberi tahu awak kabin jika ada masalah.

Awak kabin tidak bisa memantau keadaan saat lepas landas dan mendarat karena mereka duduk di kursi masing-masing.

>>> Daftar 6 Negara yang Otomatis Lolos ke Piala Dunia 2030

Ketiga, protokol penerbangan internasional. Otoritas seperti FAA, ICAO, EASA, dan CAAC mewajibkan atau sangat merekomendasikan tirai terbuka.

Negara yang tergabung dalam IATA Operational Safety Audit (IOSA) umumnya menerapkan aturan ini.

Keempat, mengurangi kecemasan penumpang.

Studi Aviation Psychology Association tahun 2025 menunjukkan membuka tirai dapat mengurangi mabuk perjalanan, rasa takut, dan meningkatkan rasa kendali.

>>> 4 Jam Tangan Casio Paling Laris: Stylish, Anti Air, dan Awet

Dengan melihat cakrawala dan landasan pacu, penumpang lebih tenang dan siap menghadapi situasi tak terduga.