Seorang penumpang nyaris terhisap keluar dari pesawat Boeing 737-800 Ryanair setelah jendela di sampingnya pecah di tengah penerbangan.

Insiden yang terjadi pekan lalu itu dialami Ljubisa Karović, yang terbang dari Thessaloniki, Yunani, menuju tujuan yang belum diungkapkan.

>>> Keputusan Syuting di Sahara Barat yang Diduduki Maroko Hapuskan Perjalanan Brutal Kami

Ledakan jendela menyebabkan kepala dan bahu Karović tersedot keluar pesawat. Ia berhasil diselamatkan oleh istrinya dan penumpang lain yang menariknya kembali ke dalam kabin.

Kronologi Kejadian

Menurut laporan penumpang, jendela pecah setelah terkena puing-puing dari kegagalan mesin kanan pesawat pada ketinggian sekitar 16.000 kaki.

Ryanair menyatakan bahwa penerbangan tersebut kembali ke Thessaloniki tidak lama setelah lepas landas ketika jendela penumpang terlepas di udara.

Otoritas setempat di Makedonia Utara mengonfirmasi bahwa pesawat berbalik arah karena masalah mesin kanan dan dekompresi kabin.

Faktor Keselamatan

Karović mengenakan sabuk pengaman, yang sangat membantu mencegahnya terhisap sepenuhnya.

Dr. Jason Knight, dosen senior mekanika fluida di University of Portsmouth, menjelaskan bahwa aliran udara yang kuat hanya berlangsung singkat hingga tekanan di dalam dan luar kabin seimbang.

Insiden seperti ini sangat langka, tetapi bukan tanpa preseden. Pada 2018, seorang penumpang Southwest Airlines, Jennifer Riordan, meninggal setelah sebagian tersedot keluar dari jendela yang pecah.

Dalam kasus Ryanair, Karović dirawat di rumah sakit karena cedera dan trauma.

Istrinya melaporkan ia mengalami pendarahan dari hidung dan mulut, tangan rusak parah, serta luka lecet akibat gesekan.

Dr. Simon Bennett, pilot dan direktur unit keselamatan sipil di University of Leicester, menyebutkan bahwa risiko utama meliputi hipoksia, trauma fisik, dan trauma psikologis.