Meski demikian, Bennett menambahkan bahwa seseorang bisa selamat dari kejadian seperti ini.

>>> GTA VI Resmi Rilis di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S November 2026, Versi PC Masih Misteri

Siapa yang Paling Berisiko?

Penumpang yang duduk dekat jendela dan tidak mengenakan sabuk pengaman memiliki risiko tertinggi, terutama jika tubuh mereka cukup kecil untuk melewati lubang.

Knight menekankan bahwa kecepatan aliran udara maksimum terjadi tepat di lubang jendela, sehingga siapa pun yang dekat dan bisa muat melalui lubang tersebut berada dalam bahaya.

Namun, ia menegaskan bahwa insiden seperti ini sangat jarang terjadi.

Pesawat dirancang untuk menahan pecahnya satu jendela, tetapi kehilangan tekanan mendadak bisa menjadi masalah serius jika pesawat sudah tua atau tidak dirawat dengan baik.

Bennett memperingatkan bahwa rangka pesawat yang sudah berusia 25-30 tahun dapat mengalami keretakan laten yang berubah menjadi kelemahan besar saat terjadi guncangan.

Masalah Perawatan

Penyelidikan resmi diperlukan untuk memahami penyebab pasti insiden Ryanair, namun Bennett khawatir dengan meningkatnya praktik subkontrak dalam manufaktur dan perawatan pesawat.

Menurut Bennett, sejarah menunjukkan bahwa titik lemahnya adalah perawatan. Subkontrak membuat kontrol kualitas lebih sulit, terutama dalam sistem yang tersebar.

Satu-satunya langkah pencegahan yang jelas adalah mengenakan sabuk pengaman dan menghindari kursi dekat jendela, terutama di baris dekat atau tepat di belakang mesin.

Jendela yang pecah pada penerbangan Ryanair diperkirakan berada di sekitar kursi 12F, 14F, atau 15F.

Setelah dekompresi awal terjadi, risiko penumpang lain ikut tersedot saat membantu relatif rendah. Namun, para ahli menyarankan untuk selalu mengikuti arahan kru penerbangan.

>>> Tak Cukup Lagi Tutup Situs: Pemerintah Amputasi 'Leher' Judi Online

Bennett menekankan pentingnya mendengarkan instruksi keselamatan dari awak kabin, termasuk cara menggunakan jaket pelampung.