Permintaan global terhadap prosesor kecerdasan buatan (AI) mendorong Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) mencetak rekor laba pada kuartal kedua tahun 2026.

Pada Kamis, 16 Juli 2026, TSMC mengumumkan laba bersih melonjak 77,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, melampaui ekspektasi pasar.

>>> Jackpot Powerball Naik ke 498 Juta Dolar Setelah Tidak Ada Pemenang Rabu

Berdasarkan laporan keuangan yang dihimpun Reuters dan CNBC, perusahaan pengecoran chip terbesar di dunia ini mencatat pendapatan bersih sebesar NT$706,56 miliar (sekitar $21,99 miliar) untuk tiga bulan yang berakhir pada Juni.

Hasil tersebut jauh melampaui proyeksi LSEG SmartEstimates yang memperkirakan laba sebesar NT$632,64 miliar.

Pencapaian ini menandai kuartal kelima berturut-turut dengan laba bersih tertinggi bagi raksasa teknologi asal Taiwan tersebut.

Dibandingkan kuartal pertama tahun ini, laba bersih TSMC meningkat 23,4% seiring industri global terus meningkatkan pengembangan perangkat keras untuk aplikasi AI.

Pendapatan kuartalan juga tumbuh signifikan, melonjak 36% menjadi NT$1,27 triliun ($39,45 miliar) dari NT$933,79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

>>> Trump Pecat Jaksa Federal Seattle yang Baru Diangkat Pengadilan

Angka pendapatan akhir melampaui target NT$1,264 triliun yang diprediksi analis Wall Street, didorong oleh penjualan yang kuat sepanjang Juni.

Teknologi semikonduktor canggih tetap menjadi pendorong utama kesuksesan finansial TSMC.

Wafer yang diproduksi menggunakan node 7 nanometer dan yang lebih kecil menyumbang 77% dari total pendapatan wafer perusahaan selama kuartal kedua.

Kinerja kuartalan yang gemilang ini memperkuat status TSMC sebagai perusahaan paling bernilai di Asia.

Perusahaan ini terus diuntungkan oleh posisinya sebagai produsen utama prosesor berkinerja tinggi untuk perusahaan teknologi terbesar dunia, termasuk Nvidia, Apple, dan Broadcom.

>>> Micah Richards Tetap Bertugas di BBC Setelah Mendengar Kabar Duka Ayahnya

Setelah rilis laporan laba pada Kamis, saham TSMC yang terdaftar di Taiwan ditutup naik 1,23%, memperpanjang kenaikan tahun berjalan hingga melampaui angka 58%.