Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri pinjaman daring (pindar) tumbuh 37,43% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,08 triliun hingga Mei 2026.

Meski pertumbuhan positif, OJK menekankan perusahaan tidak hanya fokus pada ekspansi pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio melalui penerapan prinsip kehati-hatian.

>>> Samsung Perkenalkan Fluid AI Design System, Filosofi Desain Generatif Berbasis AI

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyatakan pertumbuhan laba dipengaruhi oleh peningkatan pembiayaan.

Namun, ekspansi tersebut harus diimbangi dengan penguatan tata kelola risiko agar kualitas pembiayaan tetap terjaga.

"Pada Mei 2026, laba industri Pindar tumbuh 37,43% year on year menjadi sebesar Rp1,08 triliun.

Pertumbuhan pembiayaan tetap perlu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan manajemen risiko serta kualitas credit scoring agar kualitas portofolio tetap terjaga," ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Rabu (15/7/2026).

>>> OpenAI Dikabarkan Garap Speaker AI Tanpa Layar yang Bisa Bergerak

OJK menilai penguatan manajemen risiko menjadi faktor penting karena industri pinjaman daring masih menghadapi tantangan kualitas pembiayaan.

Perusahaan didorong untuk memperkuat proses penilaian kelayakan debitur melalui sistem credit scoring yang lebih baik agar pertumbuhan bisnis berlangsung sehat dan berkelanjutan.

Selain menjaga kualitas portofolio, OJK juga menilai perusahaan perlu memastikan strategi ekspansi tetap memperhatikan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

>>> Topi Lebar Jennifer Lopez di Wimbledon Tuai Pro-Kontra, Dianggap Ganggu Penonton

Hal ini agar peningkatan penyaluran pembiayaan tidak diikuti kenaikan risiko kredit bermasalah.