Pernahkah Anda membayangkan jalan raya yang memutar lagu saat Anda melaju? Di Amerika Serikat, ada beberapa ruas jalan yang melakukan hal tersebut.

Jalan-jalan ini dirancang untuk memberi penghargaan kepada pengemudi yang mematuhi batas kecepatan. Alih-alih menghasilkan dengungan yang mengganggu, alur khusus di permukaan jalan menciptakan melodi.

>>> Toyota Perbarui Crown Crossover 2027, Atasi Kritik Desain Dua Warna

Kuncinya adalah kecepatan yang tepat. Jika terlalu lambat, lagu terdengar seret.

Jika terlalu cepat, nadanya kacau. Hanya pada batas kecepatan yang ditentukan, ban mobil Anda menjadi bagian dari alat musik raksasa.

Cara Kerja Jalan Musik

Konsep di balik jalan musik sangat sederhana. Getaran menghasilkan suara, dan nada tergantung pada frekuensi getaran tersebut, menurut Road-Tunes.

com.

Insinyur memotong alur di aspal dengan jarak yang diperhitungkan secara cermat. Saat ban melewati alur tersebut, getaran merambat melalui suspensi dan masuk ke kabin mobil.

Jarak antar alur menentukan nada musik. Misalnya, nada E membutuhkan sekitar 330 getaran per detik.

Pada kecepatan 45 mph (72 km/jam), alur harus berjarak sekitar 2,4 inci (61 mm).

Nada yang berbeda membutuhkan jarak yang berbeda, sementara nada panjang diciptakan dengan memperpanjang pola tersebut pada jarak yang lebih jauh.

Hasilnya adalah pemutar musik mekanis raksasa yang tertanam di jalan.

Tujuan Sebenarnya: Keselamatan

Meskipun tampak seperti keunikan pinggir jalan, jalan musik biasanya dibangun dengan tujuan keselamatan. Sebagian besar dipasang untuk mendorong pengemudi menjaga kecepatan konsisten, terutama di jalan raya pedesaan.

Jika pengendara ingin mendengar lagu dengan benar, mereka harus mematuhi batas kecepatan. Ini adalah insentif yang lebih ramah dibandingkan kamera kecepatan yang berkedip.