Peringatan cuaca panas ekstrem berlaku di sebagian besar wilayah Amerika Serikat setelah suhu mencapai rekor tertinggi di beberapa negara bagian.

Pada hari Minggu, Billings, Montana, mencatat suhu bersejarah 111°F (43,9°C), sementara Salt Lake City, Utah, mencapai 109°F (42,8°C).

>>> Sidang Konfirmasi Todd Blanche sebagai Jaksa Agung Digelar Hari Ini

Boston juga mengalami jumlah hari dengan suhu di atas 90°F (32,3°C) yang melebihi rata-rata.

Fenomena Heat Dome

Suhu yang melonjak ini disebabkan oleh "heat dome," fenomena meteorologi yang memerangkap panas di suatu wilayah dan menyebabkan kondisi panas dan kering berkepanjangan.

Cara Schulte, peneliti di Climate Rights International, mengatakan bahwa panas menciptakan kondisi ideal untuk kebakaran. Cuaca panas dan kering mengeringkan vegetasi dan membuatnya lebih mudah terbakar.

>>> Danamon Raih Dua Penghargaan EXA 2026 Berkat Strategi Pengembangan SDM

Pejabat setempat mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tanda-tanda penyakit akibat panas, yang dapat terjadi ketika cuaca ekstrem mengganggu mekanisme pendinginan tubuh.

Gejala kelelahan akibat panas meliputi keringat berlebih dan kelelahan, sementara sengatan panas, yang merupakan kondisi darurat medis, dapat bermanifestasi sebagai bicara cadel dan denyut nadi cepat.

Schulte menekankan bahwa kombinasi suhu tinggi di siang hari dan kurangnya pendinginan di malam hari dapat meningkatkan risiko secara signifikan bagi populasi rentan, terutama lansia.

>>> ITSEC Asia Luncurkan Bronyx AI, Platform AI untuk Percepat Pengujian Keamanan Siber

Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh musim kebakaran hutan yang sedang berlangsung, yang telah merenggut nyawa petugas pemadam kebakaran dan mengakibatkan kerusakan lahan yang luas.