Kemasan Polos Rokok Dinilai Ancam Fiskal dan Lapangan Kerja

Rencana pemerintah menerapkan kemasan polos (plain packaging) untuk produk tembakau melalui Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) menuai sorotan dari DPR RI.
Kebijakan tersebut dinilai perlu dikaji secara matang karena berpotensi menimbulkan dampak terhadap industri hasil tembakau, tenaga kerja, hingga penerimaan negara.
>>> Tuchel: Inggris Belum di Performa Terbaik Sebelum Hadapi Argentina
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah berhati-hati dalam menyusun regulasi tersebut.
Menurut dia, kebijakan yang menyasar industri hasil tembakau tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga memiliki konsekuensi terhadap rantai ekonomi yang melibatkan jutaan masyarakat.
Misbakhun menilai aturan mengenai kemasan polos telah melampaui mandat Kementerian Kesehatan.
Ia mengatakan industri hasil tembakau selama ini memberikan kontribusi fiskal sebesar Rp221,7 triliun dan menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 6 juta tenaga kerja dari sektor hulu hingga hilir.
"Akan ada pengangguran 6 juta orang, kalau tadi disebutkan.
Akan terjadi kemiskinan yang struktural terhadap petani domestik," kata Misbakhun dalam Coffee Morning CNBC Indonesia bertajuk "Kupas Tuntas Aturan Penyeragaman Kemasan Produk Tembakau", pada Kamis (9/7).
Ia juga menilai industri tembakau selama ini menghadapi perlakuan yang tidak seimbang dibanding sektor usaha lain, salah satunya karena adanya pembatasan promosi terhadap produk rokok.
"Industri yang diperlakukan paling tidak adil itu adalah industri tembakau, salah satunya karena produknya tidak boleh dipromosikan," kata Misbakhun.
Menurut Misbakhun, tekanan terhadap industri hasil tembakau juga datang dari maraknya peredaran rokok ilegal yang dijual dengan harga lebih murah, serta persaingan dengan produk impor.
Dalam kondisi tersebut, penerapan kemasan polos dikhawatirkan justru mendorong konsumen beralih ke produk ilegal.
Update Terbaru
Event Apex Legends x Cyberpunk Resmi Hadir dengan Peta Night City dan Kemampuan Baru
Rabu / 15-07-2026, 22:36 WIB
AnimeJapan 2027 Pindah ke Osaka untuk Pertama Kalinya, Pendaftaran Peserta Dibuka
Rabu / 15-07-2026, 22:36 WIB
Samsung Rilis Pembaruan Software untuk Galaxy Z Fold 6 dan Z Flip 6
Rabu / 15-07-2026, 22:36 WIB
Jari Manusia Bisa Rasakan Benda Tersembunyi Tanpa Menyentuh, Studi Ungkap
Rabu / 15-07-2026, 22:35 WIB
Purbaya Bantah Dana SAL Digunakan untuk Modal KDKMP, Sebut Hanya untuk Cash Management
Rabu / 15-07-2026, 22:35 WIB
Menkeu Purbaya Buka Suara soal Wacana Pajak JHT
Rabu / 15-07-2026, 22:35 WIB
Purbaya Pastikan Penanganan KCIC Tak Bergantung pada APBN
Rabu / 15-07-2026, 22:35 WIB
Purbaya: Rasio Utang RI Masih Aman, S&P Beri Rating BBB Outlook Stabil
Rabu / 15-07-2026, 22:35 WIB
Bintang Married to Medicine Tuduh Mantan Suami Suruh Tetangga Bunuh Dia
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Veda Ega dan Mario Aji Tak Percaya Kutukan Marquez di Mandalika
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Titiek Soeharto Pertanyakan Keabsahan Permenhut yang Diteken saat Menteri ke Luar Negeri
Rabu / 15-07-2026, 21:55 WIB
Statistik Ungkap Ketergantungan Inggris pada Kane-Bellingham, Jadi Masalah Lawan Argentina?
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Song Min Ho Bantah Konspirasi dengan Supervisor dalam Sidang Absensi Tugas Militer
Rabu / 15-07-2026, 21:50 WIB
Jalan Musik di AS: Hadiah untuk Pengemudi yang Patuh Batas Kecepatan
Rabu / 15-07-2026, 21:49 WIB







