Dinamika Isu PHK: Kepanikan Sementara atau Sinyal Bahaya Nyata?
Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi sorotan di tengah berbagai tekanan yang membayangi perekonomian nasional.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyebut 55 ribu buruh berpotensi terdampak imbas kenaikan harga gas industri.
>>> Pupus Sudah Mimpi Ronaldo Angkat Trofi Piala Dunia
Hal tersebut disampaikan Andi Gani di hadapan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad dalam acara Rakernas KSPI di Jakarta Pusat pada Selasa (23/6).
Dalam paparannya, Andi Gani mengatakan industri keramik sedang mengalami kesulitan imbas kenaikan harga gas industri.
Ia mengatakan setidaknya ada 55 ribu buruh dari Pabrik Milenium Keramik dan Mulia Keramik terancam diberhentikan.
"Minggu depan, maksimal sepuluh hari ke depan 55 ribu orang ter-PHK. Ini menjadi kekhawatiran kita semua karena gas industri," tutur Andi Gani.
Setelah itu pemerintah memutuskan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK dengan menunjuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebagai ketua.
"Semua bersepakat memohon kami untuk menjadi ketua Satgas Mitigasi PHK karena dianggap dapat menjembatani berbagai pihak dan berbagai stakeholder (pemangku kepentingan) terkait," kata Prasetyo dalam jumpa pers.
Tekanan di Sektor Riil
Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa isu PHK perlu dibaca secara proporsional.
Kondisi pasar tenaga kerja Indonesia dinilai belum berada dalam situasi kolaps, tetapi sejumlah sektor memang sedang menghadapi tekanan yang tidak ringan.
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF M Rizal Taufikurahman mengatakan tekanan tersebut paling terasa di industri padat karya dan manufaktur yang sangat sensitif terhadap perubahan biaya produksi maupun kondisi pasar.
"Isu PHK massal perlu dibaca secara proporsional.
Secara makro, pasar tenaga kerja belum sepenuhnya kolaps, tetapi tekanan di level sektoral memang nyata, terutama pada industri padat karya dan manufaktur yang sangat sensitif terhadap biaya bahan baku, kurs, energi, suku bunga, dan pelemahan permintaan," kata Rizal kepada CNNIndonesia.
Update Terbaru
Siapa Ghaza Muhammad Al Ghifari? Peserta Clash of Champions Season 3 yang Jadi Sorotan Usai Didiskualifikasi
Selasa / 07-07-2026, 10:00 WIB
Teks Khutbah Jumat 10 Juli 2026 (10 Muharram 1448 H): Merayakan Lebaran Anak Yatim dengan Penuh Kasih Sayang
Selasa / 07-07-2026, 09:55 WIB
Australia Kalahkan Inggris, Raih Gelar Ketujuh Piala Dunia T20 Wanita
Selasa / 07-07-2026, 09:53 WIB
Trump Bagikan Video Wisuda TK Muslim di Minnesota, Tuai Kecaman
Selasa / 07-07-2026, 09:53 WIB
Ronaldo Tegaskan Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir Usai Portugal Tersingkir
Selasa / 07-07-2026, 09:53 WIB
Wamenag: Pencegahan LGBT Masuk Pendidikan Agama
Selasa / 07-07-2026, 09:53 WIB
Sean Ross Sapp Bantah Isu Ketegangan CM Punk dengan WWE
Selasa / 07-07-2026, 09:50 WIB
Haaland Bawa Norwegia Kalahkan Brasil, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia
Selasa / 07-07-2026, 09:50 WIB
Cara Cek Status 4 Bansos Pemerintah Tahun 2026 Melalui Bank Penyalur Resmi
Selasa / 07-07-2026, 09:49 WIB
Presiden FIFA Buka Suara soal Kartu Merah Balogun, Akui Ditelepon Trump
Selasa / 07-07-2026, 09:49 WIB
OJK Ungkap Modus Scam Baru: Money Mule dan Aset Virtual
Selasa / 07-07-2026, 09:49 WIB
Agrinas Palma Buka Suara soal Kabar PHK Karyawan
Selasa / 07-07-2026, 09:49 WIB
Ronaldo Akui Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Terakhirnya
Selasa / 07-07-2026, 09:49 WIB







