Karena itu, Ronny menilai pelemahan rupiah memang berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan industri, tetapi bukan menjadi penyebab utama munculnya kekhawatiran PHK.

"Justru yang paling krusial adalah interaksi antara tekanan global dan kelemahan domestik. Ketika keduanya bertemu, efeknya menjadi berlipat," terangnya.

Ia menilai isu PHK saat ini harus dipandang sebagai sinyal bahwa sektor riil sedang memasuki fase penyesuaian yang cukup berat.

Risiko meluasnya PHK masih dapat ditekan apabila pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang memberikan kepastian bagi dunia usaha sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

"Belum tentu menjadi gelombang besar dalam waktu dekat, tetapi risikonya sangat nyata jika tidak direspons dengan kebijakan yang tepat.

Kuncinya ada pada bagaimana pemerintah bisa menurunkan ketidakpastian, menjaga daya beli, dan memberi ruang bernapas bagi industri.

>>> Pakar Ungkap Peluang Indonesia Kena Gelombang Panas

Tanpa itu, PHK tidak akan lagi menjadi isu, tapi bisa menjadi fakta yang akan terus meluas," pungkas Ronny.