Presiden Donald Trump memicu kontroversi pada Senin, 6 Juli 2026, setelah membagikan video tanpa keterangan di Truth Social yang menampilkan siswa TK Muslim mengenakan hijab saat wisuda di Minnesota.

Rekaman yang diambil pada Juni itu berasal dari Gateway STEM Academy, sekolah piagam publik K-8 di St. Paul, Minnesota, yang diawasi oleh dewan direksi dan Pillsbury United Communities.

>>> Ronaldo Tegaskan Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir Usai Portugal Tersingkir

Video memperlihatkan sekitar 21 anak di atas panggung dengan topi dan jubah biru sambil bernyanyi. Sebagian besar siswi mengenakan hijab putih di bawah topi wisuda.

Tak lama setelah mengunggah video, Trump membagikan ulang unggahan tersebut bersama komentar dari akun sayap kanan End Wokeness yang pertama kali menyebarkan rekaman itu di X.

"Sekolah umum di St. Paul, Minnesota. Setiap gadis memakai hijab… di TK," tulis akun End Wokeness.

Unggahan itu langsung memicu komentar anti-Muslim dan anti-imigran dari para pendukung, termasuk seruan deportasi. Anggota DPR dari South Carolina, Nancy Mace, juga bereaksi.

"Jika Anda di sekolah umum Amerika, Anda harus berbicara bahasa Inggris," tulis Nancy Mace.

Gubernur Minnesota Tim Walz langsung mengecam presiden karena menargetkan siswa TK secara daring.

"Presiden Amerika Serikat menyerang sekelompok anak TK karena pakaian yang mereka kenakan ke sekolah," kata Gubernur Tim Walz.

Video yang dibagikan ulang itu mengikuti pola kritik media sosial terhadap Muslim Amerika dan imigran Somalia di Minnesota.

Trump sering menargetkan Anggota DPR Ilhan Omar yang mewakili distrik kongres ke-5 negara bagian itu.

>>> Wamenag: Pencegahan LGBT Masuk Pendidikan Agama

Dalam pidato State of the Union sebelumnya, Trump menyerang Omar dan Rashida Tlaib dengan menyebut mereka "orang gila" dan "sakit mental".