Nilai tukar rupiah menguat tipis pada perdagangan Selasa (7/7) pagi.

Mata uang Garuda berada di level Rp17.992 per dolar AS, naik 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

>>> Viral Penghulu di Jaksel Pimpin Akad Nikah Pakai 3 Bahasa

Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia.

Yuan China naik 0,10 persen, peso Filipina menguat 0,12 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,15 persen, dolar Singapura naik 0,11 persen, yen Jepang menguat 0,17 persen, dan won Korea Selatan naik 0,15 persen.

Sementara dolar Hong Kong bergerak stabil.

Di kelompok mata uang negara maju, pergerakannya bervariasi.

Euro Eropa naik 0,03 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,04 persen.

>>> Profil Dr. Fauzan Adziman Ayah Azka Hafizh Adziman Peserta Clash of Champions Season 3 lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,04 persen dan franc Swiss turun 0,02 persen terhadap dolar AS.

Proyeksi Analis

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan bergerak relatif datar pada awal perdagangan.

Namun, ada potensi penguatan seiring koreksi dolar AS setelah data ISM Services Amerika Serikat dirilis lebih lemah dari ekspektasi pasar.

"Rupiah diperkirakan akan dibuka datar walau berpotensi menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi oleh data ISM yang tidak sekuat harapan.

Namun, investor juga masih wait and see menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia siang ini," ujarnya.

>>> Profil Mohammad Azka Hafizh Adziman Peserta Clash of Champions Season 3: Umur, Agama dan Akun IG

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.