Perekonomian Amerika Serikat hanya menambah 57.000 lapangan kerja pada Juni 2026. Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan lebih tinggi.

Tingkat partisipasi angkatan kerja AS turun ke level terendah dalam 50 tahun di luar era pandemi Covid-19.

>>> Berhenti Percaya Aplikasi Catatan Standar, Saya Hosting Sendiri Buku Harian

Sementara itu, tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,2%, tetapi penurunan ini lebih disebabkan oleh banyaknya pekerja yang berhenti mencari kerja.

Data ketenagakerjaan yang lemah ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Pelaku pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga dapat terjadi dalam waktu dekat.

>>> Bintang Clarkson's Farm Kaleb Cooper Menikah, Jeremy Clarkson Jadi Pemasok Minuman

Dampak dari data ini juga dirasakan di Indonesia.

Nilai tukar rupiah berpotensi menguat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik menyusul ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS.

Para analis akan terus memantau perkembangan data ekonomi AS selanjutnya untuk mengonfirmasi arah kebijakan The Fed.

>>> Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Perempat Final AVC U-18

Keputusan suku bunga AS memiliki implikasi luas bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia.