Nilai tukar rupiah menguat 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.963 per dolar AS pada Jumat (3/7) sore.

Kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), menempatkan rupiah di posisi Rp17.960 per dolar AS.

>>> Keluarga dr Icha Lapor Polda NTT soal Dugaan Intimidasi Anggota DPRD

Mata uang di kawasan Asia kompak bergerak di zona hijau.

Yen Jepang menguat 0,08 persen, baht Thailand menguat 0,24 persen, dan yuan China menguat 0,05 persen.

Peso Filipina menguat 0,22 persen, won Korea Selatan menguat 0,54 persen, dan dolar Singapura menguat 0,18 persen.

Sementara dolar Hong Kong terpantau stagnan.

>>> PDIP: Tak Masuk Akal Jokowi Tak Tahu Ada Prosesi Injak Kepala Kerbau

Mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona hijau.

Euro Eropa menguat 0,17 persen, poundsterling Inggris menguat 0,09 persen, dan franc Swiss menguat 0,14 persen.

Dolar Australia menguat 0,27 persen, dan dolar Kanada menguat 0,01 persen.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh data pekerjaan AS yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed.

>>> Beasiswa Teladan 2027 Dibuka, Cek Syarat dan Kampus Mitra

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh menurunnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih lemah dari perkiraan," ujar Lukman.