Timnas Australia mengincar kemenangan perdana dalam sejarah keikutsertaan mereka di fase gugur Piala Dunia 2026.

Mereka akan bersua Mesir dalam duel hidup mati babak 32 besar di Stadion AT&T, Arlington, Texas.

>>> PSSI Prioritaskan SUGBK Jadi Venue FIFA ASEAN Cup 2026, Stadion Pendamping Masih Diseleksi

Ambisi besar ini menjadi pembuktian bagi Socceroos untuk melewati kutukan yang selalu menjegal mereka pada edisi terdahulu.

Pelatih Tony Popovic menegaskan armada tempurnya kini fokus penuh memanfaatkan peluang emas tersebut.

"Kami harus benar-benar berada pada momen ini.

Sejarah dibuat setelah pertandingan, jadi kami harus melakukan bagian kami selama pertandingan, apakah itu 90 menit, perpanjangan waktu, atau adu penalti," kata Popovic, dikutip dari laman FIFA, Jumat (3/7/2026).

Popovic dituntut memutar otak lantaran komposisi pemainnya pincang akibat badai cedera. Absennya Mathew Leckie dan Jacob Italiano memaksa sang pelatih merombak strategi tim.

Keseimbangan antara lini pertahanan dan serangan menjadi kunci utama yang harus segera dibenahi Socceroos. Organisasi benteng pertahanan yang kokoh akan diuji oleh agresivitas lini depan lawan.

Kondisi Mohamed Salah Masih Diragukan

Di kubu seberang, Mesir juga menghadapi ketidakpastian besar terkait kondisi bintang utama mereka. Kondisi kebugaran Mohamed Salah masih diragukan untuk tampil sejak menit pertama.

>>> Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Bandar Narkoba Buntut Anggota Tewas

Penyerang andalan Liverpool tersebut sempat mengalami cedera hamstring pada laga penutup fase grup. Tim medis terus memantau perkembangan fisik sang kapten agar bisa merumput.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menegaskan tidak akan gegabah memaksakan Salah bermain jika belum siap.

"Kami berharap dia bermain besok, tetapi kami belum yakin apakah dia akan masuk susunan pemain utama," ujar Hassan.