Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (3/7/2026).

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.12 WIB, rupiah berada di level Rp17.954 per dolar AS atau menguat 41 poin (0,23 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.995.

>>> Isu Messi Pensiun, De Paul: Argentina Belum Siap Kehilangan

Penguatan rupiah terjadi seiring tekanan terhadap dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi pasar.

Data Tenaga Kerja AS di Bawah Ekspektasi

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi penguatan rupiah.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih lemah dari perkiraan," kata Lukman kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mencatat Nonfarm Payrolls (NFP) Juni hanya mencapai 57 ribu, turun dari 129 ribu pada bulan sebelumnya dan di bawah perkiraan analis.

Selain itu, data ketenagakerjaan bulan April dan Mei juga direvisi lebih rendah, sehingga total penciptaan lapangan kerja pada dua bulan tersebut berkurang sekitar 74 ribu.

>>> Purbaya: Indonesia Tidak Sedang Menuju Krisis, Ekonomi Terus Membaik

Di sisi lain, tingkat pengangguran AS tercatat turun menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,3 persen.

Pelemahan data tenaga kerja tersebut mendorong penurunan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,55 persen ke level 100,85.

Potensi Penguatan Terbatas

Meski demikian, Lukman menilai penguatan rupiah berpotensi terbatas karena sentimen investor asing terhadap pasar keuangan domestik masih belum sepenuhnya pulih.

Di sisi domestik, masih ada kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan potensi pelebaran defisit anggaran terhadap pembiayaan program prioritas.

"Anggaran pemerintah termasuk MBG, kekhawatiran defisit masih menjadi sentimen negatif," jelasnya.

>>> Pemerintah Siapkan 'Surga Investor' Baru di Indonesia, RUU Pusat Keuangan Internasional Resmi Masuk DPR

Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.