Kemenangan Portugal atas Kroasia 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 masih menyisakan kontroversi besar. Dua keputusan Video Assistant Referee (VAR) dinilai mengubah jalannya pertandingan.

Legenda Timnas Prancis Thierry Henry menjadi salah satu kritikus paling keras. Ia menyebut VAR telah menciptakan preseden berbahaya bagi sepak bola dunia.

>>> Roy Suryo Tersenyum Saat Dengar Dakwaan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi

Momen paling kontroversial terjadi ketika Portugal mendapat hadiah penalti. Cristiano Ronaldo sukses mengeksekusi untuk menyamakan kedudukan setelah Kroasia unggul lewat gol Ivan Perisic.

Henry menilai insiden antara Renato Veiga dan Nikola Vlasic sama sekali tidak layak berujung penalti. Keputusan wasit justru merugikan Kroasia yang tampil disiplin sepanjang laga.

"Saya tidak percaya mereka memberikan penalti itu. Bagi saya, itu sama sekali bukan penalti.

Jika kejadian seperti itu sudah cukup untuk menghasilkan penalti di fase gugur Piala Dunia, berarti kita sedang menciptakan standar yang berbahaya," kata Henry.

Mantan striker Arsenal dan Barcelona itu menilai sepak bola adalah olahraga yang sarat kontak fisik. Tidak setiap sentuhan pantas dianggap sebagai pelanggaran.

"Kroasia bertahan dengan sangat baik hampir sepanjang pertandingan. Semua kerja keras itu bisa hilang karena keputusan yang sama sekali tidak saya setujui.

Sepak bola adalah olahraga yang penuh kontak fisik, dan tidak setiap sentuhan harus dianggap sebagai pelanggaran," ujarnya.

Henry juga mempertanyakan fungsi VAR yang mulai bergeser dari tujuan awal. Menurutnya, wasit sudah memiliki posisi ideal untuk menilai insiden tersebut, namun berubah pikiran setelah melihat tayangan ulang.

"VAR diperkenalkan untuk mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata, bukan untuk menciptakan penalti.