Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan masyarakat tidak perlu panik menghadapi isu krisis ekonomi. Menurutnya, kondisi ekonomi Indonesia masih aman meskipun ada gejolak global dan pelemahan rupiah.

Purbaya menegaskan pemerintah terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang hati-hati. Program prioritas digulirkan untuk memperkuat pertumbuhan dan memberikan dampak langsung ke masyarakat.

>>> Pemerintah Siapkan 'Surga Investor' Baru di Indonesia, RUU Pusat Keuangan Internasional Resmi Masuk DPR

"Perekonomian kita terus bergerak membaik. Memang masih ada tantangan, namun Indonesia tidak sedang menuju krisis.

Fundamental ekonomi kita tetap kuat dan akan terus diperbaiki," kata Purbaya.

Fundamental Ekonomi dan APBN Sehat

Purbaya menjelaskan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan akumulasi aktivitas ekonomi di tingkat bawah. Pemerintah menggulirkan bauran kebijakan untuk mendorong sektor riil.

Stimulus yang diberikan diharapkan memperkuat aktivitas usaha dan menjaga daya beli masyarakat. Inflasi disebut masih terkendali dalam batas aman.

>>> Gen Z Tinggalkan Hubungan Nonchalant, Kini Beralih ke Tren Chalant

Pelemahan rupiah dinilai lebih dipengaruhi sentimen pasar internasional, bukan memburuknya kondisi domestik. Pemerintah memperkuat koordinasi melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Purbaya menyoroti kondisi APBN yang masih sangat sehat. Defisit APBN berhasil dijaga di bawah batas maksimal 3 persen terhadap PDB.

"Tahun lalu defisit APBN berada di kisaran 2,81 persen dari PDB dan tahun ini diperkirakan tetap di bawah 3 persen.

Rasio utang pemerintah juga masih sekitar 40 persen terhadap PDB sehingga masih dalam kategori yang pruden," jelas Purbaya.

>>> Taylor Swift Gelar Makan Malam Gladi Resik, Tamu Selebriti Berdatangan

Dengan berbagai indikator tersebut, Purbaya menegaskan fondasi ekonomi Indonesia cukup kuat menghadapi tekanan global. Pemerintah berkomitmen memperbaiki kualitas kebijakan agar pertumbuhan terjaga dan kepercayaan publik meningkat.