Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap NATO menjelang konferensi tingkat tinggi aliansi militer tersebut di Ankara, Turki.

Trump memberi sinyal enggan mempertahankan hubungan yang dinilainya tidak memberikan timbal balik sepadan bagi AS. Ia menyebut hubungan itu berjalan sepihak.

>>> Dokter Tifa Hadir Fisik di Sidang, Sindir Jokowi Pilih Virtual

"Konyol bagi Amerika Serikat untuk terus berada di jalur yang sepihak ketika hubungan ini tidak bersifat timbal balik.

Mereka tidak ada untuk kita!" ujar Trump, Jumat (3/7).

Pernyataan itu kembali menegaskan ketidakpuasan Trump terhadap kontribusi negara-negara anggota aliansi, terutama dari Eropa. Menurutnya, mereka terlalu bergantung pada kekuatan militer AS.

Trump juga menyertakan grafik yang menunjukkan besarnya pengeluaran pertahanan AS dibandingkan negara anggota NATO lainnya.

Grafik itu digunakan untuk memperkuat argumen bahwa AS menanggung beban terbesar dalam menjaga keamanan aliansi.

Kritik Trump tidak muncul tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, ia berulang kali meluapkan kekecewaan terhadap respons sekutu Eropa selama konflik dengan Iran.

Trump menilai negara-negara tersebut tidak menunjukkan dukungan yang cukup terhadap AS.

Karena itu, ia kembali menegaskan bahwa sudah saatnya sekutu mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap pertahanan kawasan mereka sendiri.

Sejalan dengan pandangan tersebut, pemerintahannya mulai mengurangi sejumlah komitmen pertahanan AS di Eropa. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari kebijakan mendorong sekutu menjadi lebih mandiri.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 4 - 5 Juli 2026

Tekanan Trump terhadap anggota aliansi sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Pada pertemuan sebelumnya, para pemimpin NATO menyepakati target baru berupa peningkatan belanja pertahanan hingga 5 persen dari PDB masing-masing negara pada 2035.