Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan.

Ketiganya tewas saat melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kamis (2/7) lalu.

>>> Tas Dior dan Chanel Jadi Doorprize Pernikahan Taylor Swift

Agustiar bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan langsung melayat ke rumah duka Aipda (Anumerta) Yudhie Perdana Putra di Kelurahan Kasongan Lama.

Dua anggota lain yang gugur adalah Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto.

"Peristiwa ini adalah duka mendalam bagi kita semua, namun saya tegaskan kita tidak boleh takut, apalagi mundur.

Kejadian ini justru menjadi alarm keras bahwa perang melawan narkoba di Kalimantan Tengah harus semakin masif dan total," kata Agustiar.

Gubernur mengecam insiden tersebut dan optimistis kejadian ini dapat mendorong penguatan sinergi dalam memberantas jaringan narkotika hingga ke akarnya.

>>> Kemhan: Penyebaran LGBTQ Bukan Substansi Utama Perpres 111/2025

Ia mengajak seluruh masyarakat ikut berkomitmen menjaga keamanan dan memberantas narkoba.

"Mari kita satukan tekad dan semangat bersama kepolisian untuk menjaga keamanan, memberantas narkoba, menolak segala bentuk kejahatan, serta memelihara persatuan di Kalimantan Tengah," ujar Agustiar.

Agustiar memastikan akan mendorong pihak berwajib mengusut tuntas peristiwa ini. Ia juga berjanji memberikan santunan dan menjamin anak dari ketiga anggota yang gugur mendapat beasiswa hingga kuliah.

"Saya atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah mengucapkan rasa belasungkawa yang paling dalam.

>>> NBA Summer League 2026: Debut Top Draft Pick dan Aturan Baru

Mereka adalah pahlawan yang gugur di garis depan demi melindungi generasi muda dari bahaya narkoba," pungkas Agustiar.