3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Kalteng Naik Pangkat Luar Biasa
Mabes Polri memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian para personel yang gugur dalam tugas negara.
>>> Kemendagri Dorong Pemda Pastikan Usulan Bedah Rumah Tepat Sasaran
"Kita secara prinsip kita berduka Polri berduka karena personel-personel terbaik Polri kemudian ada yang gugur dalam pelaksanaan tugas yang di Kalimantan Tengah," kata Johnny kepada wartawan, Senin (6/7).
"Untuk personel yang gugur sudah diberikan penganugerahan kenaikan pangkat luar biasa," sambungnya.
Isir menerangkan kepolisian masih terus mengejar jaringan pengedar narkoba yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri tersebut.
"Satuan Polda juga memback up polres termasuk dari Bareskrim untuk mengejar jaringan dari pengedar narkoba yang ada di Katingan ini," ucap dia.
Isir mengklaim proses pengejaran sudah mulai menemukan titik terang. Kepolisian mengimbau para pelaku yang masih buron agar menyerahkan diri.
"Sudah ada titik terang. Kalau bisa biar menyerahkan diri.
>>> Samsung Mulai Kembangkan One UI 9.0 untuk Galaxy A36
Mudah-mudahan dalam waktu dekat," ujarnya.
Peristiwa penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei terjadi pada Kamis (2/7) dini hari.
Saat operasi, petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang membawa senjata tajam.
Dalam insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat bertugas. Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto ditemukan meninggal di aliran Sungai Katingan setelah sebelumnya dilaporkan hilang.
Sejauh ini Polres Katingan telah menangkap tiga pelaku penyerangan berinisial N, R, dan S. Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyebut ketiganya diduga terlibat penyerangan dengan parang.
>>> Samsung Art Store Tambah 33 Karya Seni Amerika dari Whitney Museum
"Menyerang dengan parang dan turut serta," ucap dia. Dodik menyebut dari ketiganya sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, namun belum dirinci.
Update Terbaru
Album Jazz Tribut Studio Ghibli Hadir untuk Menemani Tidur Anda
Senin / 06-07-2026, 23:22 WIB
Badai Dahsyat Paksa Pendukung Trump Berlindung di Museum Afrika-Amerika
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Ahli Medis Jelaskan Risiko Gastritis Autoimun Usai Diagnosis Bryan Johnson
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Gorontalo-Lampung Raih Adinata Syariah untuk Zona Ekonomi Syariah Baru
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Bareskrim Periksa Pelapor Abu Janda soal Dugaan Ujaran SARA terhadap Minang
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Ini Kata-katanya
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Ma'ruf Amin: Perkembangan Ekonomi Syariah RI Menggembirakan
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Terdampak Besar
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Menkum Dorong Perbaikan Royalti Musik dan Karya Jurnalistik di WIPO Swiss
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Jurgen Klopp Sindir FIFA dan Donald Trump soal Kartu Merah Balogun
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Cobolli dan Paolini Melaju ke Perempat Final Wimbledon
Senin / 06-07-2026, 23:15 WIB
Von Miller Dikaitkan dengan Kembali ke Los Angeles Rams
Senin / 06-07-2026, 23:14 WIB
Hamas Bubarkan Pemerintahan Gaza, Serahkan Kekuasaan ke Komite Teknokrat Kairo
Senin / 06-07-2026, 23:14 WIB
Penyeberangan Bakauheni-Merak Normal Meski Anak Krakatau Siaga
Senin / 06-07-2026, 23:14 WIB







