Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii mengumumkan bahwa materi edukasi pencegahan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ) akan dimasukkan ke dalam pendidikan agama dan keagamaan.

"Bagaimana ini (pencegahan budaya LGBTQ) menjadi bagian dari kerja Kementerian Agama yang masuk ke dalam pelajaran anak-anak," ujarnya di Jakarta, Senin (6/7), dikutip dari Antara.

>>> Sean Ross Sapp Bantah Isu Ketegangan CM Punk dengan WWE

Romo menjelaskan langkah ini penting agar respons Kemenag terhadap isu LGBTQ tidak hanya berupa pernyataan sikap, tetapi menjadi kerja kelembagaan yang sistematis.

Menurutnya, penyebaran perilaku LGBTQ harus dicegah melalui jalur pendidikan, pembinaan keagamaan, serta sosialisasi yang terencana.

Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 yang secara tegas mencantumkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai ancaman non-militer terhadap pertahanan negara.

Kemenag akan menyiapkan edukasi resmi mengenai pencegahan penyebaran budaya LGBTQ.

Materi tersebut dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan agama dan keagamaan, baik di madrasah, pesantren, maupun perguruan tinggi keagamaan.

>>> Haaland Bawa Norwegia Kalahkan Brasil, Lolos ke Perempat Final Piala Dunia

Romo juga menyebut Kemenag segera membentuk tim yang bertugas mulai dari penyusunan bahan edukasi, pembagian wilayah sosialisasi, hingga pelaksanaan program di lapangan.

Selain itu, ia mendorong adanya gerakan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN). Menurutnya, PTKN perlu menjadi ruang penguatan nilai agama, kebangsaan, dan moralitas sosial.

"Perlu ada gerakan PTKN anti-penyebaran budaya LGBTQ," kata dia.

Pencegahan juga akan dilakukan melalui pendekatan penyuluhan agama. Forum-forum keagamaan di masyarakat menjadi ruang strategis untuk memperluas edukasi.

"Penyuluh agama, khutbah Jumat, pengajian di masjid dan mushalla, serta majelis taklim dapat digunakan sebagai saluran edukasi.

>>> Cara Cek Status 4 Bansos Pemerintah Tahun 2026 Melalui Bank Penyalur Resmi

Pendekatan ini dinilai lebih praktis dan dapat menjangkau masyarakat secara langsung," kata Wamenag.