Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budi Utama enggan memberikan keterangan soal pembenahan di instansinya saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

Usai mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Djaka langsung dihampiri wartawan.

>>> Prabowo Dijadwalkan Resmikan Proyek Gas Blok Masela Kamis Besok

Ia ditanya soal program 'bersih-bersih' di lingkungan Bea Cukai.

Namun, Djaka tidak berhenti. Ia hanya tersenyum sambil terus berjalan menuju pintu keluar.

"Sudah, sudah," ujarnya singkat.

Wartawan kembali bertanya sejauh mana proses perbaikan berjalan. "Perbaikan sejauh ini sampai mana?"

tanya mereka.

"Sudah sampai sini lah," jawab Djaka sambil berkelakar.

Para wartawan terus mengikuti hingga ke mobil yang terparkir di dekat lobi. Meski ditanya langkah apa yang sudah dilakukan, Djaka tetap tidak memberi penjelasan rinci.

"Sudah, sudah, sudah banyak pokoknya. Cukup, cukup," ujarnya.

Setelah itu, Djaka yang mengenakan batik merah langsung masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi tanpa keterangan lebih lanjut.

Ancaman Pembubaran Bea Cukai

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberi tenggat waktu hingga September 2026 untuk membenahi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Jika tidak ada perbaikan, lembaga tersebut bakal dibubarkan dan digantikan perusahaan asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).

"Ancaman Presiden jelas.

Kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin," ujar Purbaya dalam wawancara dengan Denny Sumargo, Kamis (2/7).

>>> Pokémon Scarlet dan Violet Gelar Event Air-Type dengan Dragon-Tera Magikarp 7-Star

Prabowo sebenarnya meminta Bea Cukai dibubarkan langsung. Namun, Purbaya meminta waktu untuk membenahi institusi tersebut sebelum keputusan pembubaran dijalankan.