Jennifer Lopez menjadi sorotan saat menghadiri final tunggal putra Wimbledon akhir pekan lalu. Penampilannya dengan topi lebar memicu perdebatan hangat di media sosial.

Penyanyi dan aktris ini duduk di Royal Box Centre Court, All England Club, London, pada Minggu (13/7).

>>> Valve Hentikan Pasokan Suku Cadang Steam Deck LCD, iFixit Kehabisan Stok

Ia mengenakan busana Ralph Lauren lengkap dengan topi oversized.

Tak lama setelah foto-fotonya beredar, banyak warganet mengkritik ukuran topi tersebut. Mereka menilai aksesori itu menghalangi pandangan penonton yang duduk di belakang.

"Itu berlebihan. Topinya saja seperti butuh dua kursi tambahan," tulis seorang pengguna X.

Warganet lain menilai topi itu tidak pantas dikenakan di ajang seperti Wimbledon.

Komentar lain menyoroti kenyamanan penonton.

"Bayangkan sudah membayar mahal untuk duduk di sana, tapi tidak bisa melihat pertandingan karena seseorang ingin tampil keren untuk Instagram," ujar netizen.

>>> The Batman 2 Kembali Ditunda, Sutradara Beri Cuplikan Pertama

Ada pula yang berpendapat Wimbledon seharusnya memiliki aturan khusus mengenai ukuran topi. Namun, tidak sedikit penggemar yang membela Jennifer Lopez.

Para penggemar menilai kritik yang diterima berlebihan karena ia akhirnya melepas topinya saat pertandingan berlangsung. "Dia akhirnya melepas topinya.

Biarkan saja Jennifer menikmati pertandingan," tulis seorang penggemar.

Sebenarnya, Wimbledon tidak melarang tamu Royal Box mengenakan topi. Namun, tamu umumnya diharapkan melepas topi berukuran besar saat duduk agar tidak menghalangi pandangan.

Dalam panduan resmi Wimbledon disebutkan, "Para tamu wanita diminta untuk tidak mengenakan topi, karena dapat menghalangi pandangan penonton yang duduk di belakang."

Untuk musim ini, penyelenggara melonggarkan etika berpakaian terkait pemakaian topi karena Inggris tengah dilanda gelombang panas.

>>> Investigasi Senat: Tim Jack Smith Akses Pesan 44 Anggota Kongres

Wimbledon juga menyediakan topi fedora resmi bagi tamu sebagai perlindungan dari terik matahari.