Rencana ekspansi jaringan makanan cepat saji asal Amerika Serikat, Chipotle Mexican Grill, ke Meksiko menuai reaksi negatif dari warganet.

Banyak yang mempertanyakan langkah perusahaan menjual versi korporat makanan Meksiko di negara asal menu tersebut.

>>> iOS 27 Public Beta Resmi Dirilis, Ini Daftar iPhone yang Kompatibel

Chipotle mengumumkan akan membuka cabang pertamanya di San Pedro Garza Garcia, kawasan elit di Monterrey, Nuevo Leon.

Perusahaan yang memiliki lebih dari 4.000 gerai internasional itu berencana memperluas jejaknya di Meksiko.

Kritik bermunculan di media sosial. Seorang pengguna X menulis, "Langkah berani menjual versi korporat Meksiko ke Meksiko."

Pengguna lain membandingkannya dengan rencana Panda Express membuka gerai di China daratan.

Di Instagram, seorang warganet menyerukan dukungan terhadap makanan lokal. "Keuntungan Chipotle akan ke AS, tidak tinggal di Meksiko.

Sebaliknya, membeli dari warung lokal mendukung pajak dan ekonomi sirkuler," tulisnya.

Komentar pedas juga muncul di Facebook. "Makanan Meksiko enak buatan gringo...

tidak pernah ada yang bilang begitu!" tulis seorang pengguna.

Para kritikus mengingatkan kegagalan merek AS lain di Meksiko. Taco Bell menutup gerainya di Meksiko pada 2010 setelah dua kali gagal menarik pelanggan lokal.

Saat Taco Bell meluncur di Monterrey pada 2007, seorang pekerja kantor, Marco Fragoso, menyatakan ketidaksetujuannya. "Itu bukan taco.

>>> Samsung Galaxy A27 5G Resmi Rilis di Indonesia, Harga Mulai Rp5,3 Juta

Itu tostada yang dilipat. Sangat jelek," katanya kepada Associated Press.

Filsuf dan jurnalis Meksiko, Carlos Monsivais, menggambarkan upaya Taco Bell sebagai "membawa es ke Arktik".

Blogger lokal Ines Carrasco dari Cronicas de San Pedro mengatakan sejarah tidak berpihak pada waralaba asing. "Waralaba AS tidak sukses di Monterrey.