Analis industri game Mat Piscatella dari Circana memperingatkan bahwa tren AI vibe coding menjadi ancaman serius bagi toko digital seperti Steam.

Menurutnya, teknologi ini memungkinkan pengembang membuat tiruan game orang lain hanya dalam waktu puluhan jam.

>>> Liverpool dan Arsenal Buru Bradley Barcola di Tengah Sikap PSG yang Berubah

Piscatella menulis di Bluesky, "Game bagus akan dikloning dan terkubur. Pemain akan beralih ke game/franchise yang mereka kenal dan percaya.

Menembus pasar akan menjadi semakin sulit."

Ia menyebut skenario ini sebagai "tidak baik. Sama sekali tidak baik."

Tiruan AI dari game sukses—terutama game indie populer yang mungkin tidak memiliki tim pengacara hak cipta—sudah marak di berbagai toko besar.

Contohnya termasuk game palsu bertema 'Peak' di PlayStation Store atau tiruan 'REPO' di Nintendo eShop.

>>> Mbah Lanjar Terancam Kehilangan Rumah Akibat Dugaan Mafia Tanah

Piscatella menekankan bahwa AI vibe coding justru menjadi "bantahan besar terhadap klaim bahwa AI akan membantu pasar game dengan menurunkan waktu dan biaya pengembangan."

Ia menambahkan, "Ditambah tantangan penemuan yang sudah sangat besar, peningkatan jumlah game yang dirilis setiap hari, dan permintaan yang matang...

ini... buruk!"

Ketika ditanya apakah ada solusi, Piscatella menjawab, "Sepertinya tidak bisa dihentikan pada titik ini. Solusinya adalah...

ya, jika saya tahu cara mengatasinya, saya akan melakukannya dan bersiap membeli pulau saya."

>>> Manchester United Resmi Kontrak Youri Tielemans dari Aston Villa

Sebelumnya, GamesRadar+ telah berbicara dengan puluhan pengembang game yang mengungkapkan banyak alasan mereka menolak menggunakan generative AI.