Miftah Maulana Habiburrohman, atau Gus Miftah, adalah pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta. Ia lahir pada 5 Agustus 1981 di Adiluhur, Lampung Timur.

Gaya dakwahnya yang santai dan humoris membuatnya populer di kalangan generasi muda. Namun, banyak yang bertanya-tanya apakah ia benar-benar keturunan kyai.

>>> Pupuk Indonesia Raup Laba Rp8,51 Triliun di Semester I 2026, Efek Transformasi Danantara

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, gelar "Gus" biasanya diberikan kepada anak atau keturunan kyai. Hal ini memicu rasa penasaran publik tentang latar belakang keluarganya.

Silsilah Keluarga Gus Miftah

Gus Miftah disebut sebagai keturunan kesembilan dari Kiai Muhammad Ageng Besari, pendiri Pesantren Tegalsari di Ponorogo. Pesantren ini merupakan salah satu yang tertua dan berpengaruh di Nusantara.

Ayahnya, M. Murodhi bin M.

Boniran, dikaitkan dengan silsilah tersebut. Kakeknya, Mbah Boniran, menjadi rujukan dalam penelusuran nasab.

Meski berasal dari keluarga sederhana di Lampung, keluarganya memiliki ikatan dengan tradisi pesantren di Jawa. Ayahnya pernah mengikuti transmigrasi ke Sumatera.

>>> DPR Tak Keberatan Jika KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Gus Miftah adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Ia memulai pendidikan di madrasah di Lampung, lalu hijrah ke Yogyakarta pada 1999 setelah lulus Madrasah Aliyah.

Di Yogyakarta, ia aktif di NU, sempat kuliah di UIN Sunan Kalijaga meski tidak selesai, dan terlibat di PMII.

Pada 2023, ia menyelesaikan S1 Pendidikan Agama Islam di Unissula Semarang dan melanjutkan S2.

Pada usia 21 tahun, sekitar 2002, ia mulai serius berdakwah dan mendirikan Pondok Pesantren Ora Aji. Perjalanannya tidak mulus, ia sempat dikritik karena gaya dakwahnya yang "nyentrik".

Kontroversi Seputar Nasab Gus Miftah

Meski banyak sumber mengafirmasi keturunannya dari Kiai Ageng Besari, tidak sedikit yang mempertanyakan keabsahan klaim ini.

>>> 5 Keuntungan Pinjaman Tanpa Agunan untuk Modal Usaha

Beberapa perangkat desa di Ponorogo dan tokoh lokal menyebut silsilahnya lebih dekat dengan leluhur di Bantengan, bukan langsung dari garis Tegalsari.