Sebuah bom rakitan meledak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7). Pelaku diduga merupakan siswa sekolah tersebut berinisial R (17).

Juru Bicara Densus 88 AT Polri, Kombes Mayndra Eka, membenarkan bahwa pelaku adalah seorang pelajar. "Iya (pelajar).

>>> Inggris vs Argentina: Messi Berbahaya di Dalam dan Luar Kotak Penalti

Inisial R (17)," katanya saat dihubungi wartawan.

Ledakan terjadi sekali di samping kelas dan tidak menimbulkan korban jiwa. "Meledak sekali, di samping kelas.

Tidak ada korban," ujar Mayndra.

Barang yang diduga bom rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Sekolah kemudian melaporkan temuan tersebut ke polisi.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, dan baut.

>>> Presiden Brasil Balas Serang Trump: Masak AS Malah Jadi Pembajak

R juga diamankan sebagai pemilik barang-barang tersebut.

Berdasarkan keterangan awal, bom dirakit secara mandiri menggunakan bahan yang dibeli secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tua.

Pelaku mengaku bergabung dalam grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

Mayndra menyebut pelaku terinspirasi oleh kasus bom di SMAN 72 Jakarta pada 2025. Motif tersebut masih dalam pendalaman tim penyidik.

>>> Cek Bansos KTP 2026 Lewat HP, Cukup Masukkan NIK untuk Melihat Status Penerima

Polda Sumatera Barat bersama Densus 88 Antiteror Mabes Polri terus mendalami kasus ini. R dan barang bukti telah diamankan, dan saksi-saksi dimintai keterangan.