Prancis menunjukkan kembali fokus militernya pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan menggelar parade besar-besaran di Champs-Élysées, Paris.

Sebanyak lebih dari 300 kendaraan tempur dan 6.500 personel militer ikut serta dalam perayaan tahunan Hari Bastille tersebut.

>>> Bupati Gowa Walk Out dari Sidang Pansus Hak Angket DPRD, Ini Alasannya

Parade ini dirancang untuk menandakan kerja sama pertahanan Eropa, dengan melibatkan 500 tentara dari Koalisi Negara Siap, termasuk Jerman, serta 25 tentara Ukraina.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi tuan rumah bagi sejumlah pemimpin internasional, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Zelenskyy masih berada di Paris setelah melakukan pembicaraan diplomatik mengenai Ukraina sehari sebelumnya.

Kemajuan Aksesi Uni Eropa

Sementara itu, para pejabat Uni Eropa di Brussel menandai tonggak diplomatik besar ketika Albania, Moldova, Montenegro, dan Ukraina memajukan negosiasi aksesi mereka ke Uni Eropa.

>>> Lalin Gatot Subroto ke Mampang Prapatan Dialihkan Akibat JPO Ditabrak Truk

Komisioner Perluasan UE Marta Kos menyebut hari itu sebagai "Super Tuesday" dan menekankan signifikansi historis dari pertemuan tersebut.

"Dalam lebih dari dua dekade, kami belum pernah mengadakan empat konferensi aksesi dalam satu hari, dan ini akan terjadi hari ini," kata Kos.

Kos menambahkan bahwa Montenegro memimpin di antara negara-negara kandidat dengan menutup lebih dari separuh klaster negosiasinya.

>>> Asisten Pelatih Timnas India Ryan ten Doeschate Minta Mundur

Keempat negara terus berhasil melaksanakan reformasi yang diminta oleh Uni Eropa.