Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ejekan itu terkait rencana Trump memungut biaya 20 persen ke kapal kargo yang melewati Selat Hormuz.

Dalam unggahan di media sosial X pada Selasa (14/7), Araghchi mengaku setuju dengan pernyataan Trump. Ia mengatakan pemungutan biaya di Selat Hormuz sebenarnya lebih dulu diusulkan Iran.

>>> Don Ritto Bantah Uang di Kafe dan Money Changer Terkait Korupsi

"POTUS benar sekali," tulis Araghchi.

"Siapa pun yang menyediakan jalur pelayaran yang aman dan menjamin kapal-kapal komersial melintas Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas jasanya."

Araghchi menegaskan Iran akan tetap mengendalikan Selat Hormuz. Hal ini sesuai nota kesepahaman yang sudah ditandatangani Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Juni lalu.

Menlu Iran juga mengejek angka 20 persen yang dipatok Trump. "Dua puluh persen itu berlebihan.

>>> Argentina Pakai Jersey 'Jimat' Biru Tua Hadapi Inggris di Semifinal Piala Dunia

Kami akan adil," kata Araghchi.

Ejekan Araghchi muncul setelah Trump mengatakan AS akan mengambil alih operasi Selat Hormuz. Trump berharap negara-negara lain membayar ke Washington atas perlindungan keamanan di jalur tersebut.

"Kita akan menjaganya. Kita akan dibayar untuk menjaganya - sejumlah besar uang.

Kita ingin mendapatkan penggantian biaya karena telah menempatkan orang-orang kita dalam bahaya," kata Trump kepada Fox News.

>>> Menteri Imipas Ungkap Alasan Febrie Hanya Dicekal 20 Hari

Trump juga mengatakan bakal kembali memblokade kapal dari dan ke pelabuhan-pelabuhan di Iran. Blokade ini mulai aktif kembali pada Selasa.