Otoritas kesehatan New York City mengumumkan lonjakan kasus siklosporiasis pada Senin, 13 Juli 2026.

Sebanyak 381 infeksi tercatat sepanjang tahun ini di tengah wabah nasional parasit bawaan makanan.

>>> Fox dan Telemundo Siarkan Semifinal Piala Dunia Prancis vs Spanyol

Menurut pernyataan bersama dari departemen kesehatan negara bagian dan kota, jumlah kasus ini meningkat tiga kali lipat dibanding periode yang sama pada 2025.

Otoritas setempat saat ini sedang menyelidiki lonjakan tersebut di wilayah New York.

Apa Itu Siklosporiasis?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan bahwa penyakit gastrointestinal ini disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis yang menyerang sistem pencernaan manusia.

"Cyclospora menginfeksi usus kecil dan biasanya menyebabkan diare berair dengan buang air besar yang sering dan kadang eksplosif," tulis CDC di situsnya.

Gejala biasanya muncul sekitar seminggu setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, meskipun masa inkubasi bisa berkisar antara dua hari hingga dua minggu.

>>> Prancis Batalkan Pertunjukan Kembang Api saat Parade Militer di Paris

Jika tidak diobati, infeksi dapat bertahan lebih dari sebulan dan berpotensi kambuh setelah pemulihan awal.

"Di AS, wabah siklosporiasis telah dikaitkan dengan berbagai jenis produk segar," kata CDC.

Pejabat kesehatan mencatat bahwa individu tidak mendapatkan kekebalan permanen setelah pulih dari penyakit bawaan makanan ini.

"Seseorang bisa terinfeksi Cyclospora lebih dari sekali," ujar CDC.

Untuk mengurangi risiko infeksi, Departemen Kesehatan New York City menyarankan warga untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menangani makanan.

>>> Festival Banteng Pamplona Cederai 57 Orang, Turis Inggris 86 Tahun Terluka

Selain itu, konsumen harus mencuci buah dan sayuran keras dengan sikat produk, memotong bagian yang memar, serta membersihkan semua peralatan dapur dan permukaan sebelum dan sesudah persiapan makanan.