Presiden Amerika Serikat Donald Trump membandingkan perang AS melawan Iran dengan Perang Vietnam. Perbandingan itu ia sampaikan berdasarkan skala waktu konflik.

"Kami berada di Vietnam selama 19 tahun.

>>> PK Kemsley Tuding Dorit Abaikan Krisis Keuangan Keluarga

Kami di sini selama empat bulan, jadi saya pikir kami telah melakukan banyak hal," kata Trump, dikutip Fox News, Selasa (14/7).

AS dan Israel menggempur Iran pada akhir Februari. Iran membalas dengan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS di negara-negara Arab.

Kedua pihak sempat sepakat gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan perang. Namun, AS kembali melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir.

Perang AS di Vietnam berlangsung dari November 1955 hingga Mei 1975, sekitar 19 tahun enam bulan. Tujuan AS saat itu adalah meredam penyebaran komunisme di Asia Tenggara.

>>> John Terry: Bellingham Sudah Sekelas Zinedine Zidane

Trump membela tindakan militer AS dengan alasan berhasil melumpuhkan kekuatan Iran. Ia mengklaim Angkatan Laut, Angkatan Udara, kemampuan rudal, dan manufaktur drone Iran sudah hancur.

"Jika kita tidak melakukannya, mereka akan punya senjata nuklir. Jika mereka punya senjata nuklir, Israel tidak akan lagi bersama kita," ucap Trump.

MoU yang disepakati mencakup penghentian pertempuran di seluruh front, larangan memulai serangan, hingga pencabutan blokade AS. Kesepakatan itu memberi kedua negara waktu 60 hari untuk bernegosiasi.

>>> Harga Ayam dan Telur Mulai Pulih Berkat MBG dan Berakhirnya Bulan Suro

Namun, AS justru melanggar kesepakatan dengan menggempur infrastruktur sipil. Tindakan itu dinilai sebagai kejahatan perang.