Pada 2018, Pete Hegseth—saat itu masih pembawa acara Fox News—pulang liburan dengan jenggot tipis.

Ia berharap bosnya mengizinkan ia mempertahankan kumisnya, yang ia anggap membuatnya tampak rapi.

>>> Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Pilih Bank Digital

Namun, pemirsa tidak setuju. Seorang wanita bernama Patti menulis surat ke Fox & Friends mendesaknya mencukur "bulu" itu.

Mary, pemirsa lain, mengeluh bahwa Pete yang "imut ala Amerika" kini tampak "mengerikan".

Rekan pembawa acaranya bahkan menertawakannya saat jenggot liburannya dicukur oleh tukang cukur di TV langsung. "Pria tanpa jenggot seperti singa tanpa surai," kata seorang penggemar.

"Itulah yang kurasakan!" teriak Hegseth.

Pengalaman memalukan itu mungkin membekas di jiwanya. Kini sebagai Menteri Pertahanan, ia bertekad memberantas setiap helai rambut di wajah prajurit AS.

"Tidak boleh ada lagi jenggot, rambut panjang, ekspresi individu yang dangkal," kata Hegseth dalam pidato di Quantico, Virginia, September lalu.

"Kami akan memotong rambut, mencukur jenggot, dan mematuhi standar. Tidak boleh ada lagi tukang jenggot."

Ia juga mengeluhkan "prajurit gemuk" yang melelahkan dilihat. Namun, kebijakannya tampaknya tidak diindahkan.

Menurut laporan CNN, Hegseth marah besar setelah melihat banyak pelaut berjenggot di atas kapal angkatan laut.

Estetika Trump: Dari Wajah hingga Sepatu

Obsesi Hegseth pada rambut wajah bukanlah sekadar iseng. Ini bagian dari estetika politik yang menjadi inti proyek Trump.

>>> SailPoint Luncurkan Unified Platform Access untuk Percepat Inovasi Keamanan Identitas

Trump memiliki standar penampilan ketat bagi orang-orang di sekitarnya.

Fenomena "Mar-a-Lago face"—di mana para elit MAGA memenuhi wajah dengan filler, menghilangkan kerutan, dan mengubah wajah menjadi topeng daging yang identik—menunjukkan kesetiaan pada pemimpin.