Gelombang kontroversi di industri musik Tanah Air kembali memanas. Penyanyi Icha Chellow dan Mala Agatha akhirnya mengambil sikap dan memberikan tanggapan resmi setelah nama mereka menjadi sorotan tajam publik. Keduanya dituding terlibat dalam pementasan lagu "Gapapa" dengan lirik yang telah dimodifikasi menjadi bernuansa vulgar.
 
Polemik ini bukan sekadar perdebatan biasa di media sosial, melainkan telah menyentuh ranah etika seni dan hak cipta, terutama setelah penyanyi asli lagu tersebut, Anisa Bahar, menyatakan keberatan secara terbuka. Namun, di balik tuduhan yang mengarah pada para penyanyi, muncul narasi baru yang lebih kompleks: adanya campur tangan dan tekanan dari pihak produser yang mengikat para artis dalam sebuah kontrak kerja.
 

Awal Mula Polemik dan Kekecewaan Mendalam Anisa Bahar

Kontroversi ini bermula ketika sebuah video penampilan musik yang membawakan lagu "Gapapa" beredar luas di berbagai platform media sosial. Yang membuat situasi memanas, lirik asli lagu tersebut telah diubah menjadi kata-kata yang dinilai tidak senonoh dan cenderung vulgar.
 
Bagi Anisa Bahar sebagai pemilik karya, perubahan ini bukan sekadar masalah kreativitas, melainkan bentuk ketidakrespect terhadap karya seni yang telah ia ciptakan. Melalui unggahan di akun media sosialnya, Anisa menyuarakan kekecewaan yang mendalam. Ia bahkan menyampaikan sindiran keras yang menyiratkan hilangnya nilai-nilai kesopanan, dengan kalimat yang viral: "Kayak gak punya ibu."
 
Tak hanya berhenti di sana, Anisa juga memberikan peringatan tegas kepada pihak yang terlibat, khususnya Icha Chellow, dengan kalimat bernada ancaman hukum yang terkenal, "Tunggu tanggal mainnya." Pernyataan ini langsung memicu reaksi berantai di kalangan netizen, yang sebagian besar mengecam tindakan modifikasi lirik tanpa persetujuan pencipta lagu.