Penceramah asal Yogyakarta, Gus Miftah, membantah kabar hoaks bahwa ia mematok tarif tiga miliar rupiah untuk sekali tampil.

Biaya mengundang Gus Miftah untuk acara komersial di kota besar diperkirakan mencapai tujuh puluh lima juta rupiah per sesi.

>>> Gus Miftah: Antara Keturunan Kyai dan Kontroversi Nasab

Besaran honorarium bersifat fleksibel karena bergantung pada lokasi, jenis acara, serta kemampuan finansial dari pihak penyelenggara kegiatan tersebut.

Klarifikasi Gus Miftah soal Tarif Rp3 Miliar

Beberapa tahun lalu beredar kabar bahwa tarif mengundang Gus Miftah mencapai Rp3 miliar untuk sekali manggung.

Angka itu langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Gus Miftah pun berkali-kali mengklarifikasi isu tersebut.

Menurutnya, angka "3M" bukan berarti tiga miliar rupiah, melainkan singkatan dari "Matur nuwun Mas Miftah" — sebuah gurauan ringan yang sering ia sampaikan saat berceramah di daerah pedesaan.

Ia menegaskan bahwa timnya tidak mematok tarif tetap.

Untuk acara di desa atau kalangan ekonomi menengah ke bawah, ia sering tidak meminta bayaran atau hanya "semampunya" panitia.

Bahkan, Gus Miftah disebut sering memberikan bantuan atau subsidi silang dari acara berbayar ke kegiatan dakwah di daerah terpencil.

Tarif Terkini: Rp75 Juta per 1,5 Jam

Di akhir tahun 2024, isu tarif Gus Miftah kembali mencuat. Berdasarkan pengakuan beberapa panitia, tarif untuk mengisi acara selama 1,5 jam disebut-sebut mencapai Rp75 juta.

Angka ini disebut sebagai bayaran pokok atau honorarium utama.

Namun, biaya total bisa lebih tinggi karena belum termasuk transportasi, akomodasi hotel untuk Gus Miftah beserta rombongan, makanan, dan riders lain.

Tarif ini biasanya berlaku untuk acara di kota besar atau undangan dari perusahaan, organisasi, dan event bersponsor.