Gubernur New York Kathy Hochul mengumumkan larangan sementara selama satu tahun terhadap pembangunan pusat data AI baru dengan kapasitas listrik 50 megawatt atau lebih.

Ini adalah pertama kalinya sebuah negara bagian AS memberlakukan moratorium semacam itu.

>>> Bintang 'RHOA' Kelli Potter Terancam Penyitaan Rekening Bank Akibat Utang Ratusan Juta

Langkah ini menyoroti kekhawatiran yang terus meningkat terkait polusi, penggunaan air yang mengkhawatirkan, dan kenaikan harga listrik yang disebabkan oleh pusat data raksasa.

Hochul memerintahkan regulator utilitas negara bagian untuk menyusun "standar terkuat di negara ini untuk pengembangan pusat data".

Tujuannya memastikan bahwa ketika perusahaan sukses di New York, warga New York juga ikut sukses.

Selama moratorium, Departemen Layanan Publik New York akan menyusun pernyataan dampak lingkungan untuk menilai efek pusat data terhadap kualitas air dan udara, serta konsumsi listrik dan air.

>>> 50 Cent Minta Gugatan Mantan Karyawan Ditolak, Sebut Media Stunt

Latar Politik di Balik Larangan

Waktu larangan ini dianggap tepat bagi Partai Demokrat menjelang pemilu paruh waktu 2026. Para pemimpin partai berusaha merebut kembali kepercayaan basis pemilih yang semakin mendukung kandidat progresif non-establishment.

Larangan Hochul menggantikan RUU Senat New York yang disahkan pada 4 Juni yang melarang pusat data berkapasitas 20 megawatt atau lebih.

Perintah eksekutif Hochul menaikkan batas maksimum menjadi 50 megawatt dan tidak menyertakan ketentuan lain seperti kewajiban pendanaan infrastruktur lokal dan audit pihak ketiga.

>>> Masalah Kesehatan Bill Cosby Halangi Proses Deposisi

Perbedaan antara RUU Senat dan perintah eksekutif mencerminkan perpecahan di internal Partai Demokrat. Hochul dianggap lebih moderat dalam mengatur industri teknologi dibandingkan rekan-rekannya di legislatif negara bagian.